Kapal Karam, 3 Nelayan Benteng Nyaris Tewas

PONDOK KELAPA, BE -Kapal pencari ikan Barokah 001, kemarin karam dilautan. Akibat dihantam gelombang setinggi 3 meter. Kejadian ini nyaris saja menewaskan 3 awaknya, Nelayan Sungai Lemau karam. Beruntung ke-3 awak kapal yang sempat terombang-ambing di lautan itu, bisa selamat.

“Waktu kapal terbalik dihantam ombak, kami semua juga ikut tenggelam. Namun kami dapat beranjak ke permukaan kembali untuk selanjutnya berenang ke tepian hingga sampai ke muara kembali,” kata Ibrahim, Nahkoda Kapal yang karam.

Kronologis kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB kemarin, kapal Barokah 001 dengan awak kapal berjumlah tiga orang termasuk Ketua kelompok Nelayan Sungai Lemau, Ibrahim, seperi biasa berangkat menuju lautan lepas untuk mencari ikan. Mereka beranjak dari Muara Sungai. Namun, baru beberapa saat keluar dari mulut muara sungai, tiba-tiba datang ombak yang tingginya mencapai 3 meter.

Kedatangan ombak tiba-tiba itu, membuat Ibrahim selaku nahkoda kapal tak bisa mengendalikan kapalnya lagi. Akibatnya kapal terbalik, dan isi kapal pun berserakan di tengah laut. Termasuk ke-3 awak kapal pun terhempas ke lautan itu.

Beruntung Ibrahim dan anak buahnya pandai berenang. Sehingga mereka pun dengan sekuat tenaga berusaha berenang ke tepain Sungai Lemau kembali. Selama berjam-jam ketiga awak kapal itu terombang-ambing dilautan. Penghuni kapal itu akhirnya bisa kembali ke arah tepian muara Sungai Lemau.

Walaupun tidak menelan korban jiwa, namun kerugian material yang dialami cukup besar. Peralatan menangkap ikan seperti jaring, dan juga Persediaan BBM untuk kapal semuanya hilang, tenggelam di lautan. Lebih sedihnya lagi, mesin kapal satu-satunya milik awak kapal pecah terbelah karena terkena hantaman ombak. Semantara fisik kapal tidak begitu mengalami kerusakan yang berarti, hanya biduk kapal yang patah akibat hantaman ombak. Siang kemarin, kapal tersebut berhasil ditarik ke tepi Muara Sungai Lemau untuk diperbaiki. Kejadian ini membuat ketiga awak kapal cukup shok. Mereka pun bingung bagaimana mau melaut lagi.

Karena kapal dan mesin sudah rusak, dan alat tangkap ikan pun sudah hilang.”Kalau kapal masih bisa kami perbaiki, namun untuk mesin ini kami mengharapkan bantuan dari pihak lain. Karena untuk membelinya kami tidak memiliki cukup uang. Harga mesin itu terbilang mahal, untuk ukuran kami para nelayan.

Kami minta Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Benteng dapat memberikan bantuan pengganti mesin kapal kami yang hancur akibat terkena hantaman ombak.,” tambah Ibrahim. (122)