Kantor Kemenkum HAM Terbakar

JAKARTA, BE – Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) terbakar. Sekitar pukul 19.35 WIB asap hitam tebal keluar dari lantai gedung Administrasi Hukum Umum.   Menurut seorang saksi, kebakaran baru diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran  diduga berasal dari lantai bawah. “Saya tahunya dari basement,” kata saksi tersebut.
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi semua pekerja yang terjebak kebakaran dalam gedung.  Tiga orang yang terakhir dievakuasi adalah Kosasih, 49; Aris, 42;  dan Syamsuri, 37.  Sekitar pukul 20.20 WIB, ketiga orang tersebut berhasil diturunkan dari tangga evakuasi pemadam kebakaran.
Berdasarkan pantauan JPNN, ketiga orang tersebut tampak pucat karena banyak menghirup asap. Begitu sampai di bawah, mereka langsung mendapat perawatan dan bantuan oksigen dari petugas PMI.  “Waktu tahu ada asap, saya sedang makan,” kata Kosasih.
Belum habis makanan yang disantapnya, Kosasih dan beberapa temannya langsung lari menyelamatkan diri. “Wah ini kebakaran,” kata Kosasih waktu itu.
Lima pekerja yang tengah mengerjakan proyek pemasangan AC itu lantas hendak keluar dari tangga darurat. Namun tangga darurat sudah dipenuhi asap sehingga menggangu pandangannya.   Mereka pun memutuskan naik ke atap gedung untuk menunggu bantuan evakuasi dari petugas pemadam kebakaran.
Sebelumnya, dua pekerja lainnya berhasil diamankan. Keduanya bernama Ahmad Yani dan Nanang yang memutuskan lari ke lantai paling atas gedung di lantai 9.

Layanan Tutup
Akibat kebakaran yang terjadi di gedung Kementrian Hukum dan HAM  sebagian sistem pelayananan khusus untuk menangani Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) mengalami kerusakan. Untuk itu, dalam waktu tiga hari ke depan sistem pelayanan SABH akan ditutup sementara.
“Sistem pelayanan SABH untuk pengurusan PT, Notaris, Yayasan, kami tutup sementara dan diundur 3-4 hari,” kata Kepala Sub Hubungan Pers dan Media dari Kementerian Hukum, Dedet, saat dijumpai di gedung Kementerian Hukum, Jalan Rasuna Said, Minggu 6 Januari 2012.
Meski sebagian pelayanan akan ditutup sementara, Dedet memastikan, seluruh karyawan akan tetap bekerja seperti biasa. Namun, dipastikan kegiatan akan terganggu karena ada beberapa aliran listrik yang dimatikan, termasuk lift di gedung tersebut untuk sementara waktu tidak difungsikan.
Dalam kejadian ini, Dedet mengkhawatirkan adanya beberapa kerusakan pada komputer, terutama server yang menyimpan data-data.  “Kata Pak Wakil Menteri Hukum sih sudah ada cadangannya, jadi semoga saja tidak ada kerusalan fatal. Dan kami tunggu petugas Polda Metro Jaya untuk mengivestigasi” kata Dedet.
Mengenai seberapa parah kerusakan gedung, kerugian, dan penyebabnya, besok pagi Kementerian Hukum akan menggelar jumpa pers lanjutan.
Akibat peristiwa ini, ada 81 warga negara asing yang dievakuasi. Mereka, merupakan tahanan Direktorat Jenderal Imigrasi.   Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Menteri Hukum, Amir Syamsuddin, dan wakilnya, Denny Indrayana, juga sempat datang untuk meninjau langsung kebakaran ini.
(jpnn)