Kantor Bahasa Bengkulu Latih Instruktur Literasi TBM

bimtek bahasaBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kantor Bahasa Bengkulu menggelar bimbingan teknis bagi instruktur literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kota Bengkulu. Kegiatan itu dilaksanakan di aula LPMP Bengkulu selama dua hari, terhitung Senin (16/4/18). Pelatihan ini diikuti 50 peserta dan semuanya berasal dari pegiat TBM dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kota Bengkulu

Salah seorang peserta yang juga Ketua Forum PKBM se-kota Bengkulu, Devi Suryadi S.Pdi M.Pd mengatakan, sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih pada kantor Bahasa Bengkulu. Terlebih Bimtek instruktur literasi kali pertama digelar di Bengkulu.

“Kegiatan ini sangat positif dan diharapkan kegiatan seperti ini terus digalakkan,” katanya.

Dikatakan Devi, perkembangan TBM dan PKBM di Kota Bengkulu cukup banyak. Berdasarkan data yang ia miliki jumlahnya mencapai 60 lembaga, namun keberlangsunganya seperti pepatah “Hidup Segan Mati Tak Mau” TBM yang aktif hanya 22 TBM dan 8 komunitas baca dibawah naungan PKBM. Kesulitan mengajak masyarakat untuk berliterasi menjadi kendala yang tak terelakkan.

“Masyarakat sudah mulai malas membaca buku. Mereka lebih suka mencari informasi melalui smartphone. Kita berharap ada bantuan literasi digital sehingga sambil membaca dan duduk di TBM, juga tidak gagap teknologi,” jelasnya.

Ia berharap, dengan bimtek instruktur tersebut, peserta mempunyai ilmu bagaimana cara mengajak,
membimbing masyarakat untuk memanfaatkan di TBM sehingga TBM berkembang dan diminati di
masyarakat.

Kepala Badan Bahasa Bengkulu, Karyono, S.Pd, M.Hum menuturkan, bimtek para penggiat literasi bertujuan meningkatkan kompetensi para pegiat/instruktur Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di daerah.

Puluhan peserta pelatihan ini diberikan materi dari narasumber dari berbagai lembaga, seperti Sari Gunawan, S.KM,M.Si. Dari Bapelkes Provinsi Bengkulu, Dra. Yayah Chanafiah,M.Hum, serta dosen Universitas Bengkulu (UNIB) dan Halimi Hadibrata, M.Pd. Nara sumber memberikan materi seperti membentuk budaya baca-tulis bagi siswa dan masyarakat, peningkatan mutu manajemen dan motivasi dalam pembelajaran literasi, pemahaman konsep teori literasi, praktek menulis ulang dan meringkas bacaan literasi dan banyak lagi.

“Dari bimtek ini, maka peserta mampu mengaplikasikan materi yang telah diberikan, mereka memiliki pedoman dan tidak sembarangan memanajemennya,” jelasnya.

Disinggung literasi digital pada TBM, dikatakan, tidak serta merta menggunakan jaringan internet, namun instruktur diminta lebih kreatif menarik hati masyarakat untuk mau berkunjung ke TBM, misalnya peserta diberikan kuis, membuat ringkasan bacaan literasi dan diberi hadiah.

“Pemberian hadiah seperti ini akan mampu menarik minat masyarakat untuk mau berkunjung ke TBM,”
katanya.

Disisi lain, Ketua Panitia Pelaksana Titih Nursugiharti,S.Pd menuturkan latar belakang kegiatan membaca menulis erat kaitanya dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dapat dibuktikan dengan kemajuan aktif, membaca dan menulis masyarakat. Kegemaran membaca, menulis harus dipupuk sejak dini, agar cita-cita bangsa membangun peradaban akan tercapai. Dengan begitu tujuan kegiatan ini untuk menghasilkan individu/manusia handal dapat menyampaikan budaya gemar berliterasi di kalangan masyarakat secara efektif. (247)