Kanedi Kembali Jadi Dosen, Edison Fokus Urus Partai

BENGKULU, BE – Masa jabatan H Ahmad Kanedi SH MH dan Edison Simbolon sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu resmi berakhir, kemarin (17/11). Keduanya kini kembali menjadi masyarakat biasa.
Seperti Ahmad Kanedi yang akrab disapa Bang Ken, mengaku akan mengisi hari-harinya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu.

“Kemungkinan besar saya kembali ke menjadi seorang dosen. Senin saya akan melaporkan ke STIA karena 10 tahun terakhirnya ini saya menjadi dosen nonaktif,” katanya usai serah-terima jabatan dengan Penjabat Walikota di Gedung Daerah, kemarin.
Ia juga berencana menjadi inisiator untuk menjadikan STIA menjadi Unversitas Fatmawati Bengkulu, untuk mengenang jasa Fatmawati sebagai pahlawan negara dari Bengkulu.

“Sebelumnya sudah pernah saya bicarakan kepada pihak STIA sendiri. Dan dalam waktu dekat saya akan memimpin rapat untuk mematangkan rencana pengalihan itu,” ungkapnya.

Selain akan aktif menjadi seorang pendidik, ia juga berencana kembali ke dunia advokasi yang telah digelutinya jauh sebelum menjadi Wakil Walikota pada 2002 lalu.

“Ya disela-sela menjalankan profesi sebagai dosen, saya juga akan kembali ke menjadi penasihat hukum bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” tukasnya.

Sementara itu H Edison Simbolon MSi mengaku akan fokus pada tugas dan tanggungjawabnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bengkulu.

“Saya akan menjalan tugas saya dengan sebaik-baiknya untuk berkonsilidasi menyiapkan calon legislatif yang akan bertarung pada Pemilu 2014 mendatang,” sampainya.

Ia berharap di tangan Caretaker Walikota bisa menjadikan Kota Bengkulu jauh lebih baik hingga terpilihnya walikota pilihan masyarakat yang akan berlangsung pada 22 Desember mendatang. “Saya harapkan lebih baik,” ujarnya.
EdisonĀ  menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu atas kekkurangannya selama menjadi Wakil Walikota 5 tahun terakhir.

“Saya akui dalam menjalan tugas banyak kekurangan, kealpaan dan mungkin ada canda yang menyakitkan atau ada janji yang tidak terpenuhi. Untuk ituĀ  saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan meskipun ia bukan lagi menjabat sebagai orang nomor 2 di Kota Bengkulu, namun silaturahmi dengan masyarakat tetap dijalin. Saya sangat bersyukur hingga berakhirnya masa jabatan ini tidak ada masalah dengan jabatan saya. Sampai hari ini saya masih tetap dalam keadaan sehat walafiat,” tandasnya.(400)