Kandidat Saling Serang

Helmi-Linda Kanedi-DaniBENGKULU, BE – Suhu politik di Kota Bengkulu kian memanas jelang Pilwakot putaran II. Upaya saling serang antar kandidat terkait program masing-masing pun tak terelakkan. Puncaknya dalam debat kandidat yang dilakukan di Wedika Hotel, tadi malam yang disiarkan RBTv secara live.
Pada awalnya serangan ini dilontarkan kandidat nomor 1, Helmi – Linda terkait dengan pertanyaan panelis Prof Dr R Siti Zuhro tentang kondisi kota Bengkulu selama 5 tahun terakhir. Mendapati pertanyaan tersebut, kandidat nomor 1  pun secara lantang mengatakan Kota Bengkulu cukup memprihatinkan. Helmi pun mencontohkan lampu jalan banyak yang mati, jalan rusak, dan tingginya angka pengangguran.
“Ke mana Pemerintah Kota Bengkulu sehingga kondisi kotanya seperti ini. Apakah kondisi seperti ini dikarenakan walikotanya sibuk mengurus kerjaan dan keluarganya sendiri,” tandas Helmi.
Mendapati hal tersebut, kandidat nomor 7 Kanedi pun memberikan penjelasan bahwa apa yang disampaikan Helmi Hasan tidak semuanya benar.  Berkaitan dengan lampu jalan, Kanedi menjelaskan bukan kesalahan Pemerintah Kota Bengkulu. Melainkan belum ada kejelasan serah terima dari Pemprov sehingga pemeliharaan pun belum jelas menjadi tanggungjawab siapa. Sedangkan mengenai jalan rusak, ia mengatakan tidak semua jalan dalam Kota Bengkulu dalam keadaan rusak. Bahkan saat ia menjadi walikota telah berupaya keras. Namun karena terbatasnya anggarang yang dimiliki Pemkot, sehingga prosesnya terpaksa dilakukan secara bertahap.
Kanedi pun sempat dicecar dengan tingginya angka penggangguran yang disebutkan mencapai 68 ribu. Namun dijelaskan Kanedi angka itu berdasarkan jumlah pembuat kartu kuning di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, yang banyak berasal dari luar kota Bengkulu, dan bukan murni penduduk kota Bengkulu.
Meskipun mendapat serangan dari Helmi-Linda, duet politisi-birokrat ulama ini terlihat tenang dalam menjawab lontaran pertanyaan yang diberikan.
Termasuk pertanyaan yang diberikan oleh panelis, Dipl Ing Bambang Soeroso tentang, Helmi-Linda terus menyerang dengan memaparkan sejumlah kelemahan Kanedi selama menjabat.
Puncaknya saat sesi tanya jawab antar kandidat, soal program 1 miliar per kelurahan turut dipertanyakan. “Bantuan ini apakah diberikan setiap tahun atau selama 5 tahun,” tanya Dani Hamdani.
Pertanyaan tersebut tidak mampu dijelaskan secara utuh Helmi-Linda. Dengan sedikit gugup Linda menjawab, ia akan membahas terlebih dahulu dengan pasangannya.
“Yang jelas program ini sudah dikonsep dengan baik dan sangat realistis dilaksanakan,” ujar Linda memberi alasan.
Tidak hanya itu, Kanedi – Dani pun ikut menyerang terkait program Helmi – Linda yang mengusung jargon perubahan. Program tersebut dinilai mengada-ada.
Sementara itu, pertanyaan dari panelis terkait pertanyaan agar tidak pecah kongsi dari panelis Dipl Ing Bambang Soeroso, Bang Ken mengatakan ia bersama Dani Hamdani akan saling berbagi peran sesuai dengan aturan perundang-undangan. Dimana kewenangan yang luas dalam hal pembinaan Aparatur Pemerintahan dan pengawasan pembangunan. “Pemberian kewenangan kepada wakil walikota itu diarahkan agar pemerintahan menjadi lebih efektif. Untuk kegiatan yang sifatnya eksternal (keluar) itu lebih banyak saya yang akan menghandle, sedangkan hal-hal  internal dalam konteks pembinaan aparatur pemerintahan dan pengawasan pembangunan menjadi tanggungjawab wawali. Kami juga akan membangun semangat kolektif bersama bekerja untuk rakyat,” terangnya.
Sedangkan, Halmi-Linda menjawab bahwa ia dan wakilnya tidak akan pecah kongsi dan akan selalu bersama-sama untuk merubah Kota Bengkulu sesuai dengan yang diinginkan masyarakat.
Bahkan ia mengatakan bila ia dan pasangannya pecah kongsi dan tidak mampu menjalankan programnya, maka ia meminta kepada KPU, anggota DPRD kota, dan semua masyarakat Kota Bengkulu untuk membuat surat permintaan ia mengundurkan diri.
“Saya siap mundur jika semua yang saya programkan tidak dapat dilaksanakan,” tegasnya.
Suasana debat pun semakin panas, bahkan suara masing-masing kandidat dan reporter nyaris tak terdengar akibat masing-masing pendukung terus bersorak untuk melecehkan dan mengejek kandidat lainnya. Terutama saat panelis menanyakan tentang penerimaan tes CPNS bersih dan transparan.
Helmi menjawab bahwa ia menjamin penuh bahwa pelaksanaan dibawah kepemimpinannya pasti akan berjalan bersih, bahwa  dalam hari itu hasilnya langsung diketahui.
Sementara Kanedi menjelaskan bahwa tes CPNS tersebut sudah konsorsium koordinator yang mengaturnya, sehingga ia dan pasanganya pun  komitmen mewujudkan the right men the job. “Tentunya semua itu harus dimiliki pemimpin sendiri untuk berkomitmen melaksanakan CPNS bersih,” tegasnya.
Bang Ken juga menuturkan bahwa lebih baik melanjutkan daripada memulai dari awal, karena menurutnya jika ealikota diganti oleh orang lain, maka segala pembangunan pun akan dimulai dari awal sehingga untuk mengejar ketertinggalan pun semakin sulit.
Ia pun juga sempat mengkritik, bahwa apa yang ditayangkan oleh panitia dalam acara tersebut tidak semuanya benar, seperti ada siswa minum racun nyamuk akibat tidak bisa membayar uang sekolah. Menurutnya, itu hanya kejadian yang dipolitisir untuk menjatuhkan citranya di mata masyarakat yang menginginkan pembangunan dilanjutkan.(400)