Kampung Nelayan Abrasi

abrasi-ombak-01
Foto : IST

PONDOK KELAPA BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Kawasan perkampungan nelayan di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sampai saat ini belum direlokasi karena terkendala lahan.  Sementara kondisi perkampungan nelayan semakin hari semakin berkurang karena adanya abrasi yang terjadi akibat kikisan air sungai dan air laut. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bengkulu Tengah, Samsul Bachtiar menjelaskan, kondisi tersebut mengancam perkampungan nelayan.

“Nelayan umumnya bertempat tinggal di kawasan dekat dengan sarana yang dimiliki,” terangnya.

Atas kondisi ini, Samsul mengakui sudah berulang kali menyampaikan dan meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah agar bisa memperhatikan perkampungan nelayan. Sebab, kata Samsul, banyak contoh di daerah lain perkampungan nelayan berkurang karena tersapu dan terkikis air laut.



“Jika tidak diberikan pengaman berupa pemecah gelombang, dikhawatirkan daratan yang ada di perkampungan nelayan semakin berkurang secara perlahan,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Darwin Chaniago mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan usulan pembangunan breakwater di kawasan perairan laut di Kecamatan Pondok Kelapa ke pemerintah pusat. “Karena anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan breakwater sangat besar, usulan kita sampaikan ke pemerintah pusat. Namun sampai saat ini, usulan tersebut belum mendapat tanggapan,” tandas Darwin.(***)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*