Kampanye Pileg 2019, KPU Tunggu Aturan Baru Targetkan 75 Persen Partisipasi Pemilih

Ketua KPU Kota Bengkulu
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Metode kampanye yang dilakukan Caleg 2019 ini belum bisa dipastikan apakah sama dengan kampanye Pilwakot lalu atau berbeda. Jika berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye mengatur bahwa seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) dan bahan kampanye yang digunakan wajib difasilitasi seluruhnya oleh KPU. Dan setiap kandidat diatur baik jumlah, maupun penempatan posisi APK tersebut. Sehingga, kandidat tidak lagi mengeluarkan biaya lebih untuk APK.

Namun, untuk Pileg 2019 dirinya masih menunggu Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak-Juknis) dari KPU RI.

” Secara Juklak Juknis kita menunggu petunjuk dari KPU RI khusus tahapan kampanye di Pileg Pilpres. Yang jelas menghadapi itu, kami sudah evaluasi dan memperbaiki selama ini yang kurang baik, kemudian akan meningkatkan hal-hal yang selama ini sudah berjalan baik,” kata Ketua KPU kota, Zaini SAg, kemarin (22/7).

Pun demikian, KPU menargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang diatas 75 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal ini untuk membayar tingginya angka Golput pada Pemilihan Walikota (Pilwakot) 27 Juli 2018 lalu.  Belajar dari pengalaman ini, pihaknya sudah berkali-kali melakukan evaluasi dari setiap unsur penyelenggara pemilu, dan kembali menata strategi dalam mensukseskan Pemilu 2019 dengan cara meningkatkan partipasi pemilih, dan menekan angka golput.



” KPU punya kewajiban untuk mensosialisasikan seluruh tahapan termasuk sosialisasi partisipasi pemilih,” jelasnya.

Menurutnya, mulai dari tingkat KPPS, PPS, PPK hingga KPU merupakan satu kesatuan yang harus bekerja secara terpadu, baik menjalankan tahapan maupun dari sisi peningkatan antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di setiap TPS.
Dan pihaknya optimis, target 75 persen partisipasi pemilih akan lebih meningkat dari sebelumnya, menginggat banyaknya calon legislatif yang akan mengikuti kontestasi pileg 2019.  ” Kita berharap dengan semakin banyaknya calon, mungkin semakin menarik bagi masyarakat untuk melakukan pemilihan di TPS,” tuturnya. (805)