Kambing Etawa Mati Terus Bertambah

BINTUHAN, BE– Penanganan Kambing Etawa bantuan Kementrian Pembangunan Daerah Terpencil (PDT) dilakukan oleh Dinas Pertanian Kaur melalui kelompok belum juga maksimal. Paslanya jumlah kematian kambing bantuan itu bertambah mencapai 40 ekor dari sebelumnya mencapai 30 ekor. Kematian tersebut rata-rata disebabkan minimnya pengetahuan kelompok terhadap kambing etawa, sehingga mengalami kekuarangan vitamin dan menyebabkan penyakit cacingan yang mengakibatkan kematian. Saat ini dinas langsung mengambil alih penangananya sebelum kematian hewan itu terus bertambah.

“Kita sudah mengupayakan penanganan dengan baik, namun karena jenis Etawa sangat sensitif dan mudah terserang penyakit. Ditambah pengetahuan kelompok tani yang sangat terbatas soal jenis kambing ini,” ujar Kadis Pertanian Asmawan Ssos melalui Kabid Peternakan Rahmadaniar didampingi Kasi Kesehatan Hewan dr Rahmad Fajar kepada BE, kemarin.

Dikatakannya, bertambahnya kematian ternak tersebut diduga akibat pakan ternak yang sangat kurang. Artinya asupan makanan bagi ternak tidak mencukupi. Seharusnya petani memberikan 4 kali sehari makanan, namun hanya 3 kali asupan makanan. Makanya terjadinya kekurangan vitamin, ditambah penyakit menular, lalu kestabilan tubuh akan semakin lemas, sehingga membuat kematian.”Saat ini jumlah yang mati sebanyak 40 ekor dari 110 ekor, sehingga tinggal 70 ekor lagi. Makanya penanganan dari 4 kelompok langsung kita ambil alih untuk ditangani pihak dinas,” ujarnya.

Untuk sementara ini, kata Rahmad, pihaknya sudah memberikan asupan gizi bagi hewan ternak. Terutama dalam penyedian pakan. Mengingat kurangnya vitamin lantaran kurangnya pakan seperti rumput-rumputan, oleh karena dari sisa jumlah kambing Etawa sudah dupayakan dengan baik.”Sehingga jika pun masih ada kematian susulan kemungkinan karena cuaca dan ketidak cocokan,” jelasnya.(823)