Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, ” Anugerah yang Luar Biasa Saya Bisa Pulang Kampung..!”

Ist/BE
DIALOG: Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs H Zahdi Taher MHI sedang mengisi dialog malam di BETV dipandu presenter Qhana Alfiah.

Bisa pulang kembali ke Bengkulu menjadi anugerah yang cukup luar biasa. Karena selama bertugas di IAIN Metro Lampung sejak Juni 2017 lalu, membuatnya harus terpisah jauh dengan anak dan istrinya.

===========================
KANTOR Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu resmi dipimpin oleh Drs H Zahdi Taher MHI menggantikan Drs H Bustasar. Putra asli Bengkulu, kelahiran Kabupaten Mukomuko ini sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan IAIN Metro Lampung.
Zahdi Taher sebenarnya bukanlah orang baru di Kanwil Kemenag Bengkulu, beliau pernah mengabdi disini selama 14 tahun sejak 2003 sampai Mei 2017. Dan pernah menduduki jabatan struktural sebagai Kasi Penyuluh, Kasi Perjalanan Haji dan Umroh, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, dan Kepala Bidang Haji dan Umroh. Bahkan pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong.
“Saya ini bukanlah orang baru di Kanwil Kemenag Bengkulu, jadi waktu diamanahkan menjadi Kakanwil Kemenag Bengkulu itu sama saja seperti pulang kampung,” kata Zahdi, kemarin (17/9).

Baginya bisa pulang kembali ke Bengkulu menjadi anugerah yang cukup luar biasa, karena selama bertugas di IAIN Metro Lampung sejak Juni 2017 lalu membuat dirinya harus terpisah jauh dengan anak dan istrinya. Meski begitu, Ia juga merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarga besar IAIN Metro Lampung.
“Saya sebenarnya sudah merasa betah di Lampung, salah jika bilang tidak betah disana, karena IAIN Metro sudah seperti keluarga sendiri. Mereka seperti kehilangan begitu juga saya, tapi insya allah penggantinya lebih baik yaitu Bustasar,”ujar Zahdi.
Ia mengucapkan, terimakasih kepada bapak Bustasar yang telah memimpin Kakanwil Kemenag Bengkulu dengan cukup baik. Karena saat menginjakkan kaki pertama kali di Kanwil Kemenag Bengkulu pada 17 September 2020 lalu, Zahdi merasa kagum dibuatnya. Kantor yang dulunya belum begitu asri saat ini sudah sangat asri dilengkapi dengan taman dan kolam ikan yang menyejukkan hati.
“Saya pergi ke Kanwil Kemenag Bengkulu, saat melihat kondisinya sudah begitu asri, saya pikir sangat nyaman untuk bekerja dilingkungan seperti ini. Memang Bapak Bustasar luar biasa dalam menata kantor menjadi sedemikian apik,” ungkap Zahdi.
Tidak hanya disitu, Zahdi juga sempat memonitoring pelaksanaan Tes SKB CPNS di Asrama Haji Bengkulu. Tiba di Asrama Haji, dirinya kembali dikejutkan dengan penampakan asrama yang cukup indah. Pasalnya dulu saat masih di Bengkulu, kondisi Asrama Haji belum sebagus saat ini. “Saya sempat monitoring Tes SKB CPNS di Asrama Haji, pas saya lihat ternyata bangunannya luar biasa bagus ditambah lagi pengelolaannya juga sudah lebih baik karena selain bisa dimanfaatkan sebagai untuk pelayanan haji juga bisa digunakan untuk tes cpns, acara pesta pernikahan dan hajatan,” tutur Zahdi.
Zahdi mengaku, karena seluruh aset sudah dikelola dengan cukup baik, maka target yang harus dicapai saat ini adalah program kerja yang belum sempat terealisasi. Masih banyak program-program yang belum berjalan pada tahun ini, salah satunya pembangunan Asrama Haji senilai Rp 53 miliar. Dirinya akan berkoordinasi dengan jajaran Kanwil Kemenag Bengkulu untuk memetakan setiap masalah dan mencari solusi. “Serapan anggaran pada tahun ini di Kanwil Kemenag Bengkulu belum begitu besar, bahkan masih sangat lambat. Mungkin karena covid-19 makanya saya akan koordinasi agar program tersebut tetap jalan,” ujar Zahdi.
Ia mengaku, optimis program-program yang telah masuk dalam rencana tahunan dapat terealisasi pada tahun ini. Meski hanya tersisa 3 bulan berjalan, namun Zahdi mengaku, terdapat keringanan dari Kementerian Keuangan terkait program yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Kita memang memiliki waktu 3 bulan lagi, tapi ada surat dari kementerian keuangan bahwa proyek yang dibiayai oleh SBSN yang single year diberikan keringanan sampai 2021. Jadi saya cukup optimis ini bisa terlaksana karena pengalaman saya proyek seperti pembangunan asrama haji bisa selesai dalam waktu 6 bulan,” tutupnya.(999)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*