Kakanwil Kemenag Pantau Madrasah

 

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Menjelang pelaksanaan tatanan kehidupan baru atau dikenal new normal dilayanan pendidikan madrasah. Kemarin Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd didampingi kepala Bidang Pendidikan Madrasah Dr H Junni Muslimin memantau madrasah dan pondok pesantren dalam wilayah Kota Bengkulu.

“Pengecekan yang kita lakukan agar bisa mengetahui sejauh mana persiapan masing-masing Madrasah atas akan diberlakukannya kebijakan New Normal,” ungkap Bustasar.

Sedikitnya ada empat madrasah dan satu pondok pesantren yang berhasil dikunjunginya, diantaranya MTsN 1, MTsN 2, MAN 1 dan MAN 2 Kota Bengkulu. Kedatangan Kakanwil yang juga didampingi ketua Dharma Wanita, Hj Sukmawati langsung meninjau fasilitas westafel atau kran, kondisi dalam lingkungan kerja tenaga pendidik. Menurutnya, persiapan ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19), khususnya di lingkungan Mandrasah. Mulai dari persiapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik di Madrasah, hingga menggali persiapan para siswa ketika nanti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali aktif di madrasah.

“Pada pelaksanaannya nanti harus tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Seperti menyediakan cuci tangan, menggenakan masker, menerapkan sosial distancing dan kebutuhan lainnya,” kata Bustasar.

Tak terkecuali di Pondok Pesantren, di kawasan berasrama ini kita ingin meyakinkan betul bagaimana kesiapan Pondok Pesantren dalam menyikapi new normal. Sebagai kawasan berasrama pondok pesantren menjadi kawasan padat pertemuannya.

“Kita meminta pada pengurus pondok pesantren agar ada jarak antara santri baik saat belajar maupun dipenginapan, jika perlu satu kamar yang semula diisi 5 orang dapat dikurangi,” pintanya.

Terkait soal kerja ASN dijajaran Kemenang, lanjut Bustasar, untuk sementara ini pihaknya masih menggunakan sistem tugas atau kerja di rumah dan piket.

“Sementara ini kita belum menghadirkan para ASN ke kantor secara keseluruhan. Meskipun demikian kita tetap melihat kebijakan dan situasi kedepannya, karena kita tiak ingin ASN di lingkungan Kemenag terpapar Covid-19,” pungkasnya.

Kepala MTsN 1 Eza Avlenda mengaku siap dengan diterapkanya era new normal di lingkungan madrasahnya.

“Alhamdulillah, MTsN 1 Kota Bengkulu dalam menghadapi new normal sudah jauh lebih siap,” ujarnya.

Pasalnya, MTsN 1 sudah menyabet madrasah sehat tingkat provinsi Bengkulu, sehingga kebutuhan westafel atau tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sudah tercukupi. Didukung dengan siswa/siswi yang telah terbiasa dengan cuci tangan.

“Untuk fasilitas seperti Disinfektan, termogun, sudah disiapkan,” katanya.

Disinggung proses pembelajaran, diakui Eza, Kementerian Agama telah cukup siap dalam menghadapi new normal tersebut. Kemenag telah mengeluarkan kurikulum darurat dimasa pandemi covid-19.

“Kita tinggal menunggu bagaiman pola teknis pelaksanaan KBM nantinya,” tutupnya. (247)