Kajari Pastikan Usut Rehab Gedung Dispendik Seluma

Kajari beserta jajaran usai bersilaturahmi dengan Bupati Seluma.

TAIS, bengkuluekspress.com – Rehab gedung Dinas Pendidikan (Dispendik) tahun 2019 lalu dipastikan akan tetap jadi pengusutan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma. Kemarin (27/1), Kajari Seluma Muhammad Ali Akbar SH MH didampingi Kasi Pidsus Ahmadi SH dan Kasi Intel melakukan komunikasi dengan bupati terkait pembangunan gedung tersebut. Tampak juga beberapa Kepala OPD dan Asisten juga mendampingi bupati.

Dikonfirmasi setelah bertemu bupati, Kajari Seluma Muhammad Ali Akbar SH MH berkilah jika kedatangannya ke bupati hanya silaturahmi saja. Namun, ditanya lebih jauh terkait rehab gedung Dinas Pendidikan, dia memastikan bahwa, pihaknya masih terus melakukan pengusutan terkait rehab gedung tersebut.

“Itu sudah dari dulu ya dan tetap jadi prioritas pengusutan kita,” kata Kajari sambil tertawa.

Menurutnya, penanganan rehab gedung Dinas Pendidikan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun, pihak Kejari Seluma telah menurunkan tim ahli dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Sekarang masih tahap penyelidikan,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya pukul 10.00 WIB ada 6 orang tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didampingi oleh dua orang Jaksa Kejari Seluma melakukan rapat tertutup di ruang rapat kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Rapat tertutup ini berlangsung beberapa jam. Setelah melakukan rapat, tim ini langsung menuju titik rehab gedung dinas pendidikan yang saat ini terbengkalai. Kepala BPKD Seluma Marah Halim SP MP M. Si MAk mengatakan bahwa, kedatangan tim dari BPKP dan Kejari Seluma tersebut tidak ada hubungannya dengan BPKD. Karena, mereka hanya meminjam tempat saja.

“Tidak ada hubungannya dengan kami di BPKD, hanya pinjam tempat,” kata Marah Halim, dikonfirmasi kemarin.

Dia juga tidak menyebutkan terkait apa permasalahan tersebut. Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Seluma Ahmadi SH mengatakan bahwa, mereka hanya mendampingi pihak dari BPKP saja. Untuk memantau kondisi bangunan yang saat ini sedang dalam proses penyidikan di Kejari Seluma.

“Ini terkait gedung dinas pendidikan. Kami hanya mendampingi,” sampainya.

Sementara itu, tim dari BPKP sebanyak 6 orang menggunakan mobil dinas Toyota Kijang Kapsul BD 1031 LY dan dua orang dari Kejari Seluma menggunakan mobil dinas Toyota Avanza BD 1310 JR. Dan Asisten III Setda Seluma, Marhaki Dinata M. Pd menggunakan mobil dinas BD 11 P. Setelah tiba di depan gedung dinas pendidikan, Tim dari BPKP dan Kejari Seluma tidak jadi turun ke lokasi. Hanya melihat dari dalam mobil saja. Asisten III Marhaki Dinata M. Pd menyebutkan bahwa dia tidak berkenan mengkonfirmasi terkait adanya tim dari BPKB dan Kejari Seluma. Karena bukan kapasitas dia untuk menyampaikan terkait hal tersebut.

“Saya tidak berani menyampaikannya, takut salah,” singkatnya.

Seperti diketahui, gedung dinas pendidikan tersebut direhab tahun 2019 lalu dengan anggaran sebesar Rp 800 juta. Namun belum selesai rehab dan direncanakan akan dibangun kembali di APBD Perubahan. Pembangunan gedung tersebut rencananya akan kembali dibangun baru dengan menggunakan anggaran APBD murni 2021 sebesar Rp3,2 miliar. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*