Kado Dua Dekade Karir Agnes Monica, Parfum seperti Lady Gaga

Agnes_MonicaDUA puluh tahun sudah perjalanan karir Agnes Monica di industri hiburan. Selama kurun waktu itu, dia tidak pernah berhenti mewujudkan impiannya untuk go international.

Sedikit merayakan perjalanan karirnya yang sudah dua dekade, Agnes memberikan sesuatu yang spesial untuk penggemarnya di Indonesia. Hadiah tersebut adalah parfum dan album digital. Kemarin (1/6) dia merilis AGNEZ Reve Eau de Perfume, parfum yang dibuat Agnes.

Menurut dia, parfum tersebut bagaikan bentuk lain dirinya. Segala sesuatu dipilih untuk menggambarkan siapa dirinya dan bagaimana perjalanan karirnya. Mulai warna, aroma, desain botol, hingga nama.

Reve diambil dari bahasa Prancis yang berarti dream atau mimpi. Sebagaimana yang selalu dia ucapkan, frasa kata Dream, Believe, and Make It Happen adalah filosofinya dalam berkarir. Itulah yang selalu ditanamkan dalam dirinya ketika berkarir sebagai penyanyi, penulis lagu, dan aktris.

“Ini untuk merayakan perjalanan karir saya yang ke-20 tahun. Reve adalah untuk siapa pun yang berani bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut,” kata Agnes.

Pelantun Flyin High itu bilang, ide untuk memiliki parfum sebetulnya tercetus karena iseng. “Kayaknya kalau saya punya parfum lucu nih,” ujarnya menceritakan awal mula pembuatan parfum tersebut.

Dari situ, Agnes kemudian mulai menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan private label. “Saya nggak mau hanya nempel nama aja. Saya mau memilih sendiri aromanya dan membuat desainnya,” tegasnya.

Penyanyi yang masuk nominasi Best Female Artist World Music Awards 2013 itu menuturkan, warna hijau stabilo pas untuk menggambarkan kata dream. Karena itu, parfum pun dibuat berwarna hijau stabilo dengan botol berwarna clear.

Dia mengungkapkan, parfumnya tersebut menggunakan teknologi yang sama dengan parfum Lady Gaga, Fame, yang berwarna hitam. “Lady Gaga yang pertama pakai teknologi ini,” lanjutnya. Jadi, meski berwarna, ketika disemprotkan ke kulit, cairan parfum akan berubah menjadi bening.

Untuk pemilihan aroma, Agnes melakukan banyak eksperimen. Mencampurkan satu aroma dengan aroma yang lain. “Saya suka dengan bau yang nggak terlalu kuat. Soalnya, kalau ada orang pakai parfum kuat banget, suka bete juga,” ungkapnya lalu tertawa.

Karena Reve mewakili kata dream, berarti masih ada dua parfum lagi yang disiapkan Agnes untuk mewakili believe dan make it happen. Hal itu dibenarkan anggota tim manajemen yang juga kakak Agnes, Steve Muljoto.

“Iya, kira-kira begitu. Yang sekarang kita ngomong dream. Akan ada (parfum) yang mewakili believe dan make it happen,” ujarnya. (jan/c5/ayi)