Kadis Harus Pintar Cari Dana

ARGA MAKMUR, BE – Bupati Bengkulu Utara Dr Ir HM Imron Rosyadi MM MSi meminta jajaran kepala dinas yang menjadi anak buahnya pintar mencari dana di pusat. Pasalnya jika hanya mengandalkan dana APBD, pembangunan di Bengkulu Utara akan jalan ditempat akibat keterbatasan dana tersebut. Hal ini perlu menjadi bahan pertimbangan serius para kepala dinas/instansi karena saat ini pemerintah daerah sedang melakukan evaluasi berkaitan dengan kinerja para pejabat berkaitan dengan kinerjanya khususnya mendatangkan dana bantuan untuk daerah. “Sudah semestinya jika kepala dinas pandai mencari peluang untuk mendapatkan bantuan dana pusat bagi daerah. Jika masih tidak bisa juga melaksanakan hal tersebut, sudah sewajarnya jika dilakukan evaluasi,” kata Imron.

Bagi pemerintah kabupaten yang kurang rajin dalam melaksanakan lobi ke pusat akan berimbas pada minimnya kucuran dana dari pemerintah pusat ke daerah secara langsung berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten. Yang terjadi selama ini, pemerintah kabupaten hanya menunggu kucuran dana dari DAU dan DAK yang setiap tahunnya dijatah oleh pemerintah pusat. Sebenarnya jika pemerintah kabupaten rajin melobi ke pusat, alokasi dana lain yang akan diberikan ke daerah juga cukup signifikan untuk membiayai pembangunan. “Untuk Bengkulu Utara sendiri, melobi dana ke pusat terus ditingkatkan. Seperti halnya dana DPPID yang didapatkan tahun kemarin merupakan sebuah rekor tersendiri bagi pemerintah daerah karena jumlah dananya sangat besar,” ucapnya. Pemerintah daerah juga akan memaksimalkan keterwakilan anggota DPR RI yang berasal dari provinsi yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan akses yang dimiliki oleh anggota DPR RI cukup luas dan hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Terlebih anggota DPR yang berasal dari satu provinsi duduk di berbagai komisi yang ada. Sehingga usulan yang diajukan oleh pemerintah kabupaten bisa dilakukan melalui anggota dewan yang bersangkutan. “Semaksimal mungkin upaya pemerintah daerah mendapatkan dana pusat. Kepala dinas diminta untuk mengawal hal tersebut dengan mencari sejumlah peluang yang ada untuk kepentingan daerah,” tukas Imron Rosyadi. (212)