Kadis Dikbud Sidak SMP 3

4. Endang/Bengkulu Ekspress
Siswa/siswi SMPN 3 kota Bengkulu, sudah memakai meubeler dan belajar kondusif.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 3 Kota Bengkulu, Rabu 17/10). Kedatangannya itu untuk melihat langsung kondisi sekolah yang terlatak di Kelurahan Tengah Padang tersebut.

Sekolah yang kini dipimpin Sugeng SPd selaku pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 3. Paska aksi demo siswa yang menuntut lengser kepala sekolah lama Waskanudin, serta menuntut fasilitas sekolah seperti pengadaan meubeler, hingga mengangkat tenaga keamanan/satpam sekolah.

“Sekarang siswa sudah tidak lagi duduk satu bangku berdua atau satu meja tiga orang. Semua keinginan yang menjadi tuntutan anak-anak sudah mulai terakomodir,” ungkap Rosmayetti MM usai meninjau SMPN 3 Kota Bengkulu kepada Bengkulu Ekspress kemarin (17/10).

Kebijakan menonaktifkan Kepsek SMPN 3 yang lama Waskanudin digantikan Sugeng SPd, kata Rosmayetti, berdampak positif. Kondisi sekolah dibawah pimpinan Sugeng sekitar sebulan ini sudah berjalan kondusif dan menunjukkan perubahan signifikan.

Perbaikan sarana dan prasarana sudah mulai terlihat, lapangan sekolah sudah dicat, perbaikan sarana olahraga hingga pengadaan meubeler pun dilakukan. Dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru, siswa/siswi mulai terlihat nyaman dan merasa diayomi sehingga semangat belajar siswa/siswi pun mulai terlihat.

Diakui, masih ada beberapa pembenahan yang juga menjadi tanggung jawab Dinas Dikbud dalam membantu perbaikan sekolah. Misalkan, masih adanya kelas yang bersekat, dan kita ingatkan agar tahun depan kelas bersekat ini sudah dibongkar.
“Kepala sekolah yang baru dapat berbenah diri dan meningkatkan terus pelayanan proses pembelajaran menjadi yang terbaik,” ungkapnya.



Lebih lanjut dikatakan Rosmayetti, kedatanganya ke SMPN 3 itu, untuk melihat langsung kondisi dilapangan, jangan sampai laporan-laporan yang disampaikan berbanding terbalik dari realitanya.  Kepala SMPN 3 Kota Bengkulu Sugeng menuturkan, awal dirinya masuk ke SMPN 3 kondisi meubeler di sekolah yang ia pimpin itu sangat memprihatinkan. Ada satu kelas sangat minim meubeler. Saat belajar siswa/siswi terpaksa menggunakan satu meja untuk tiga siswa.

Dengan kondisi yang tidak memungkinkan itu, sekolah mencari solusi. Sekolah merehab kursi yang masih layak pakai dan sisanya pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang masih ada.  “Ada 28 meubeler (kursi dan meja) yang kita beli baru. Sisanya masih ada siswa yang menggunakan kursi plastik, karena keuangan belum memadai,” jelasnya.

Diakui penggunakan kursi plastik diragukan tingkat keamanannya. Selain kurang kokoh juga bisa menyebabkan luka pada siswa jika kursi patah dan sebagainya. Sugeng berjanji, tahun depan di dalam kelas sudah tidak ada kursi plastik lagi. Sugeng pun mengaku terus melakukan langkahperbaikan dan peningkatan mutu di SMPN 3.

Meski masih banyak kendala yang dihadapi seperti kekukarangan kelas, hingga menyebabkan tiga ruang kelasnya disekat menjadi empat untuk menampun siswa/siswi kelas 7.  “Ini hanya sementara saja, tahun depan sudah tidak ada lagi kelas bersekat,” tukasnya. (247)