Kadin Ajak Pemkab RL Berkolaborasi

ARY/BE
Kadin, Bea Cukai dan Karantina Pertanian saat menggelar pertemuan dengan Bupati Rejang Lebong di ruang rapat Bupati Rejang Lebong Kamis (7/11) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rejang Lebong khususnya para petani, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bengkulu mengajak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkolaborasi. Menurut Ketua Kadin Provinsi Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan, kolaborasi yang kedepannya bisa dilakukan oleh Kadin dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yaitu terkait dengan meningkatkan pendapatan para petani yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

“Hari ini selain kita bersilaturahmi dengan Bupati Rejang Lebong, kita juga ingin mengajak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk berkolaborasi untuk lebih mensejahterakan masyarakat Rejang Lebong pada khususnya dan Provinsi Bengkulu pada umumnya,” sampai Wehelmi didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu dan Kepala Karantina Pertanian Provinsi Bengkulu usai menggelar pertemuan dengan Bupati Rejang Lebong di ruang rapat Bupati Rejang Lebong, Kamis (7/11) kemarin.

Dijelaskan Wehelmi, Rejang Lebong bisa dibilang Kabupaten Paling Subur di Provinsi Bengkulu. Hal tersebut terlihat dari Kabupaten Rejang Lebong sebagai kabupaten penghasil sayur terbesar di Provinsi Bengkulu. Hanya saja menurutnya selama ini harga sayur yang fluktuatif belum bisa mensejahterakan para petani. Ia mencontohkan saja, beberapa bulan sebelumnya harga tomat sempat anjlok, dimana menurutnya di Pasar Panorama di Kota Bengkulu saja harga tomat hanya dihargai Rp 2 ribu per Kg. Saat di Bengkulu saja harganya hanya Rp 2 ribu, maka menurutnya berapa harga ditingkat petani.

“Salah satu solusinya yaitu kita bisa mendirikan pabrik saos tomat sehingga harga tomat bisa stabil,” paparnya.

Saos tomat ini nanti, menurut Wehelmi akan banyak yang membutuhkan, karena di Bengkulu saja saat ini banyak kedai atau warung-warung bakso. Dimana menurutnya warung-warung bakso di Bengkulu saat ini banyak menggunakan saos tomat yang tidak berbahan tomat melainkan berbahan singkong. Begitu juga dengan kopi, selama ini harga kopi di tingkat petani masih rendah karena menurutnya kopi dari Kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu pada umumnya banyak diekspor ke luar negeri melalui Lampung, sehingga menurutnya yang diuntungkan adalah Provinsi Lampung.

Oleh karena itu menurutnya Kadin kedepannya berusaha mendorong agar ekspor nanti bisa dilakuka langsung dari Provinsi Bengkulu yaitu Pelabuhan Pulau Baai. “Kita sengaja membawa Kepala Bea Cukai dan Kepala Karantina Pertanian yang nanti akan memberi tahu cara agar kita bisa mengekspor sejumlah komoditas yang ada di Rejang Lebong ini terutama kopi,” paparnya.Untuk mensukseskan program ekspor dari Kabupaten Rejang Lebong, baik Bea Cukai maupun Karantina Pertanian, nantinya siap menurunkan petugasnya untuk melakukan pengecekan langsung di Kabupaten Rejang Lebong barang-barang yang akan diekspor.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi menyambut baik apa yang disampaikan rombongan Kadin, Bea Cukai dan Karantina Pertanian Provinsi Bengkulu tersebut. Dimana menurut Bupati nantinya Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Kadin di Kabupaten Rejang Lebong. “Ini adalah program yang sangat baik, sehingga kita dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siap mendukung sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Kadin nantinya,” singkat bupati. (251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*