Kades Ngaku Difitnah, Warga Ngadu ke Pemda

Polemik yang terjadi di Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tampaknya akan semakin memanas
Polemik yang terjadi di Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tampaknya akan semakin memanas

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Polemik yang terjadi di Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tampaknya akan semakin memanas. Informasi mengenai dugaan perselingkuhan bersama istri Sekretaris Desa (Sekdes), Sunardi yakni Umi dibantah keras oleh Kades.
Kepada Bengkulu Ekspress, Kades mengaku, bahwa dirinya difitnah dan akan segera melaporkan masyarakat yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik dirinya.

“Informasi mengenai perselingkuhan saya dan istri Sekdes itu semuanya tidak benar. Itu adalah informasi hoak. Saya akan melaporkan warga yang menyebarkan informasi itu,” kata Agus, kemarin (5/2).
Agus menyebutkan, permasalahan muncul sesaat setelah dirinya mendatangi rumah Sekdes yang saat itu memang sedang dalam keadaan sepi. Yakni, hanya ada istri Sekdes, yakni Umi. Mengetahui hal itu, sambungnya, warga langsung menduga bahwa keduanya telah melakukan tindakan asusila atau hubungan terlarang.

“Saya dan Sekdes itu masih saudara, masih sepupu. Gak mungkin saya melakukannya kepada saudara saya sendiri,” tandasnya.
Membuktikan kebenaran apa yang disampaikan, Kades mengaku, telah membuat surat pernyataan bersama Sekdes dan istrinya bahwa memang tidak pernah terjadi perselingkuhan.

“Surat pernyataan yang dibubuhi materai 6000 juga sudah saya kantongi,” singkatnya.
Sementara seorang tokoh masyarakat Desa Jayakarta, Syaiful membantah apa yang disampaikan Kades. Dirinya menjelaskan, bahwa dugaan tindakan asusila memang pernah terjadi, tepatnya di rumah Sekdes, sekitar pukul 10.00 WIB, tanggal 25 Januari 2018 lalu. Akan tetapi, dalam sidang adat yang ditingkat desa, disepakati bahwa keduanya bersedia berdamai dan tidak akan saling menuntut.

“Surat peryataan damai dari Kades dan Sekdes sudah kami kantongi. Meskipun sudah tak ada lagi masalah, kami menolak secara tegas desa kami dipimpin oleh Kades yang telah melakukan asusila,” katanya.
Dijelaskan dia, saat ini pihaknya telah melengkapi alat bukti untuk melengserkan Kades. Bahkan, dalam waktu dekat dirinya berencana untuk menyampaikan surat permohonan pemberhentian Kades ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Benteng.
“Permasalahan ini akan kami sampaikan ke Bupati. Kami sudah mendapatkan persetujuan dari ratusan warga,” ungkap Saiful.

Menyikapi hal ini, Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Ariefaldi Warganegara SIK melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu Kaisar Ariadi Pradesa SIK mengaku akan segera melakukan pemanggilan kepada kedua belah pihak. Baik itu terhadap Kades ataupun istri Sekdes.
“Nanti, keduanya akan kita panggil untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini,” kata Kapolsek.(135)