Kades Harus Kreatif dan Inovatif

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, M. Syahroni, S.Sos bersama sang istri.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Gubernur Bengkulu Dr H. Rohidin Mersyah, MMA melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, M. Syahroni, S.Sos mengimbau kepada Para kepala desa (Kades) dan perangkat desa (Perdes) di Provinsi Bengkulu diminta lebih kreatif dan inovatif dalam membangun desa serta mengembangkan potensi desanya.

Pembangunan juga diminta tak hanya asal meniru desa lain tanpan menyesuaikan kondisi dan potensi yang ada.“Kepala desa dan jajarannya harus inovatif lagi menggali dan memberdayakan potensi desa. Jangan hanya asal meniru desa lain tanpa melihat kebutuhan dan kondisi desanya.

Misalnya lagi ramai-ramai buat taman selfie, jadi ikut-ikut buat taman selfie, padahal sudah tahu pontensi kunjungan taman seperti itu hanya ramai sesaat saja,” paparnya.

Syahroni menjelaskan tidak masalah desa membangun atau mengalokasikan dana untuk perbaikan sarana taman dan olahraga. Namun, ia lebih berharap dana desa bisa diprioritaskan untuk pembangunan yang bermanfaat serta pemberdayaan potensi desa.

Contohnya untuk pengembangan usaha melalui BUMdes, serta pemberdayaan potensi UKM atau potensi produktif yang dimiliki di desa.

“Misalnya bagaimana membuat pasar desa, kalau memang ada potensinya, silakan buat proposal ajukan ke Dinas Koperasi dan UKM. Bisa kok,” terangnya.

Ia juga mengingatkan di era saat ini, ada dua hal yang harus diwaspadai oleh aparatur pemerintahan termasuk Kades dan Perdes. Dua hal itu adalah pengaruh paham radikalisme dan virus laten korupsi.“Kalau sudah kena dua itu, sudah akan berkembang. Desa, daerah dan negara nggak akan maju. Makanya mari kita jaga semangat NKRI harga mati,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas PMD juga akan memprogramkan kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas kepala desa dan aparat desa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam hal administrasi keuangan, pengetahuan pembuatan Raperdes dan juga tentang penyusunan APBDes.

Sehingga diharapkan para aparat desa itu bisa menjalankan tugas dan roda pemerintahan desa sesuai dengan aturan yang ada.“Karena sebagian besar BPD itu relatif baru dan belum pernah mendapatkan pelatihan. Termasuk Perdes baik yang hasil lama dan baru sehingga perlu diberi tambahan wawasan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan Bimtek akan digelar rutin setiap tahun. Pasalnya, hampir setiap tahun ada aturan yang baru, sehingga pengetahuan para aparatur desa juga perlu penyempurnaan dan penambahan wawasan, salah satunya melalui Bimtek.

“Termasuk bagaimana menata desa ke depannya. Tidak hanya tergantung pada Dana Desa dan ADD tapi harapan kami bisa menciptakan PAD sendiri melalui BUMDes.

Bagaimana menggali potensi-potensi apa yang ada di desa. Kalau bisa memang seperti arahan Pak Gubernur. Jangan hanya sekedar meniru desa lain, tapi harus kreatif dan menyesuaikan potensi serta kondisi desa. Karena potensi masing-masing desa kan berbeda-beda,” tandasnya. (Cik5/Prw)