Kades Ditahan Polisi

CURUP, BE- Kepala Desa Turan Baru Supran Efendi mendekam di tahanan Mapolres Rejang Lebong. Supran terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah beberapa anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Turan Baru melaporkan Supran atas tuduhan pemalsuan tanda tangan. Kapolres Rejang Lebong AKBP Umar Sahid SH melalui Kasat Reskrim AKP Hardidinata SIK ketika dikonfirmasi membenarkan prihal penahanan kades tersebut. “Kades mengambil gaji BPD di Kantor Camat, dengan memalsukan tanda tangan para anggota BPD. Tidak terima, anggota BPD melapor,” terang Kasat. Kasat mengakui, laporan lain juga pernah diterima polisi dari masyarakat Desa Turan Baru soal dugaan korupsi. “Kita tindak lanjuti laporan yang benar-benar memiliki bukti yang kuat untuk ditindak lanjuti,” tegas Kasat.

Oktober 2011 lalu, permasalahan honor BPD Turan Baru sudah menjadi polemik di desa yang terletak di Kecamatan Curup Selatan tersebut. Diberitakan sebelumnya Sekretaris BPD Turan Baru Rasidi bersama anggota BPD Turan Baru Rasidi S, perangkat desa yang memiliki kesamaan nama ini juga sempat melaporkan Kepala Desa Turan Baru Supran Efendi atas tuduhan penggelapan honor. Mereka mengaku keberatan, karena tidak mendapatkan honor yang seharusnya mereka dapatkan setiap tiga bulan sekali. “30 September lalu saya datang ke kantor camat, bersama Ketua BPD Saparwi, Wakil Ketua Karnaini, sekretaris Rasidi, dan saya sendiri sebagai anggota, mengambil honor. Tetapi kata bendahara kecamatan honor kami sudah diambil kades,” tutur Rasidi S. Lima hari menanti, berharap Kades memberikan mereka, tetapi tidak juga kunjung dibayar. “Kami sudah sampaikan kepada Kades, melalui perantara. Karena tidak ada tanggapan 4 Oktober kami lapor polisi,” tegas Rasidi kesal. Dua pengurus BPD lainnya diantaranya Ketua dan Wakil Ketua BPD mengaku mengundurkan diri karena sebagai BPD yang sah dan memiliki SK Bupati merasa tidak dianggap. “Kami sudah terlanjur malu, sebagai BPD tidak dianggap, masa honor kami sudah diambil kades,” kata Wakil Ketua BPD Karnaini ditemui kemarin. Alasannya, desa tersebut sudah memiliki pengurus BPD yang baru sehingga honor mereka dialihkan. “Apa salah kami, sebagai pengurus BPD kami bisa bekerja, padahal BPD merupakan mitra sejajar dari Kades dalam pemerintahan desa” tegas Rasidi.

Rasidi mengaku, mereka mendapatkan penetapan sebagai pengurus BPD melalui SK Bupati tertanggal 9 April 2011, kemudian dilantik 30 April oleh Camat Curup Selatan. Tiba 28 Mei 2011 mereka mengaku sudah diberhentikan sebagai pengurus BPD. “Bagaimana kami dikatakan tidak produktif, sedangkan baru bekerja kurang dari sebulan sudah diberhentikan dengan alasan yang kami anggap tidak jelas,” keluh Rasidi. Sementara itu, Kades Turan Baru Supran Efendi dikonfirmasi wartawan sebelumnya mengakui adanya BPD baru yang dibentuk, alasannya dalam rapat umum desa lebih dari 300 warga meminta dilakukan pergantian pengurus BPD. “Bukan hanya BPD, adik sepupu saya saja yang menjadi pengurus karang karuna diminta masyarakat diganti, harus kita penuhi. Kami menampung aspirasi masyarakat,” tegasnya. Hanya saja memang BPD baru yang sudah bekerja hampir enam bulan belum memiliki SK Bupati, dan merekan bekerja cukup baik di masyarakat. “Anggota BPD lama, jangankan bekerja, datang untuk koordinasi dengan saya sebagai Kades saja tidak pernah. Kami ingin tidak ada lagi ruang soal pendukung setelah pemilihan kades usai. Kini kita ingin bersama-sama membangun desa,” terangnya

Soal gaji BPD kades mengakui jika saat ini honor tersebut sudah dipegang bendahara desa. Hal ini untuk menghindari konflik antara BPD lama dan baru. “BPD lama ingin mengambil honor di kantor camat tidak bisa karena tidak punya SK Bupati, untuk menghindari konflik kami amankan, kalo yang mau ambil silakan temui saya,” tegas Kades. Kades juga mengeluhkan kinerja BPD yang lama, yang dinilai tidak aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Sehingga hal itu memacu masyarakat untuk menuntut dilakukan pergantian pengurus BPD. “Sejak saya jadi kades saja, belum pernah saya lihat mereka mau bersilaturahmi kepada saya.” tuturnya. (999)

  • jimmy 25 Januari 2012 at 11:02

    Dear Redaksi,

    mohon berita nya sealu di update,
    terkadang Berita hampir 1 bulan masih yang itu-itu saja.
    terima kasih

    • redaksi 25 Januari 2012 at 19:40

      Terima kasih sudah berkunjung. semaksimal mungkin akan kami Update beritanya setiap hari. dan kami sedang dalam pengembangan untuk berita online yang lebih untuk bengkulu.