Kades Diminta Pro Aktif

CURUP, BE – Kepala Desa (Kades) harusnya proaktif terhadap bencana yang dialami warga yang dipimpinnya. Permintaan itu disampaikan Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM saat memberikan bantuan musibah kebakaran di Desa Pungguk Lalang Kecamatan Curup Selatan. Bupati memberikan teguran kepada Kades Pungguk Lalang Sulman, agar dikemudian tanggap terhadap musibah di masyarakat. Hal tersebut, dikarenakan Bupati RL mengetahui kejadian kebakaran menimpa warga Pungguk Lalang bukan berdasarkan laporan dari bawahannya (Kades/camat) melainkan mengetahui musibah tersebut dari media massa yang menerbitkan peristiwa kebakaran. “Kalau ada musibah seperti ini segera berkoordinasi. Jangan kesannya pemerintah pilih kasih karena terlambat memberi bantuan. Padahal, memang karena tidak ada laporan yang masuk. Kalau saya tidak bisa memberi bantuan langsung, ada Wabup, Asisten, staf ahli dan Bagian Kesra,” tegas bupati.

Terlepas dari hal itu, korban musibah kebakaran, di Dusun I Desa Pungguk Lalang, Curup Selatan, Fedrizal (44) dan Farizal (32) menerima santunan dari Pemkab RL, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta. Kemudian dari BAZDA Kabupaten RL, masing-masing mendapat bantuan Rp 1 juta. Bantuan diserahkan Bupati RL, H Suherman SE MM didamping Ketua TP PKK RL, Hj Susilawati SE MM, di lokasi kebakaran, Jumat (27/1) pukul 09.30 WIB. Total bantuan yang diterima masing-masing korban sebesar Rp 3,5 juta. Tidak hanya itu, korban juga menerima bantuan dari Pemkab RL melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten RL, berbentuk Sembako, peralatan memasak, pakaian, selimut dan sebagainya. Selain itu, korban mendapat bantuan dari PMI Kabupaten RL. Bupati RL, H Suherman SE MM, mengutarakan, bantuan yang diserahkan tersebut tentu nilainya tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban. Tetapi, bantuan tersebut merupakan bentuk keprihatian dan kepedulian Pemeri Daerah terhadap musibah yang dialami korban. “Jangan dilihat berapa besarnya santunan yang diberikan. Tetapi, ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap musibah yang dialami,” ujar bupati.

Selain itu, bupati mengatakan, terkait dengan musibah yang telah terjadi itu, tidak perlu saling menyalahkan berbagai pihak. Kenyataan semua telah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Karena itu, dengan musibah yang telah terjadi ini, masing-masing pihak bisa mengambil hikmah agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini. Namun inilah bentuk ujian dan cobaan yang harus dihadapi. Kami berharap, tidak berlama-lama larut dalam kedukaan, tetapi bisa segera bangkit,” kata bupati. Di sisi lain, dengan seringnya terjadi musibah kebakaran beberapa hari terakhir ini, bupati mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada. Misalnya tidak meninggalkan rumah dengan kompor dalam keadaan menyala, membiarkan listrik hidup lalu ditingglkan dan sebagainya. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir ini cuaca sangat terik, tentu sangat mudah terjadi musibah kebakaran. “Saya ingatkan agar selalu waspada. Kadang-kadang musibah ini terjadi karena kelalaian kita sendiri,” terang bupati. (999)