Kader PAN Tak Rela Helmi ke Lampung

dedy wahyudi

Dedy Siapkan 6 Nama

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Meski ditinggalkan calon pasangannya Helmi Hasan, namun Dedy Wahyudi tak patah arang. Pasalnya saat ini baik Dedy maupun pengurus Gerindra sudah melakukan pemetaan kembali terhadap calon pasangan baru yang akan mendampingi Dedi sebagai penganti Helmi tersebut. Nama-nama tersebut diantaranya, Edison Simbolon, Asnawi Alamat, Syafriandi, Noviawan Ail (Tam-tam Ail), Dani Hamdani dan Mardiyanti. “Sampai sekarang kita masih membuka komunikasi itu, dan memang ada beberapa partai yang sudah memberikan tawaran, salah satunya seperti Demokrat, kemudian juga ada beberapa kepala dinas,” kata Dedi kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (8/1).

Ia mengaku dari beberapa nama yang muncul sudah dibahas secara internal Partai Gerindra, dan sudah mengusulkan ke DPP Gerindra. Sehingga, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan terbaik dari pusat terhadap peta politik Gerindra. “Saya sudah banyak didatangi orang-orang yang mengaku tim dari beberapa kader lain, minta dipasangkan. Tapi saat ini saya masih berpegang dengan format yang kemarin Helmi-Dedy, tetapi semua tergantung keputusan partai dan bisa berubah, tunggu saja sampai tanggal 10 Januari,” bebernya.

Menurutnya, meski saat ini peluang untuk tetap berpasangan dengan calon Incumbent Helmi Hasan sudah sangat kecil, namun bukan berarti mengurungkan niatnya untuk tetap bertarung dalam Pilwakot. Bahkan dirinya siap jika nantinya Partai memposisikan dirinya sebagai nomor 1. Dan beberapa nama yang muncul tersebut sedang dilakukan pertimbangan dan kajian politik secara mendalam sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pasangan.

Lanjut Dedi, sejauh ini ia terus memantau dan melihat bahwa sebagian besar masyarakat Bengkulu masih menginginkan sosok seperti Helmi Hasan. Bahkan, dirinya mengaku dalam beberapa hari terakhir ini, dirinya sudah di telpon beberapa kali oleh tokoh-tokoh masyarakat Bengkulu yang mengkonfirmasi kejelasan pencalonan Helmi Hasan, dan menanyakan apakah masih ada kemungkinan Helmi Hasan tersebut bisa kembali mencalon di Kota Bengkulu. “Selama yang memberikan tugas itu keinginan Partai pasti akan saya laksanakan. Tapi kita juga berharap Pak Helmi bisa kembali, karena dalam politik bisa saja ada perubahan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Kota Bengkulu, Asmawar Arfan mengakui apapun yang terjadi pihaknya tetap mempertahankan kadernya Dedy Wahyudi untuk diusung, dan hingga saat ini pihaknya masih berpedoman dengan format pasangan Helmi-Dedy, dan belum melakukan perubahan rencana apapun. Namun, dibalik itu ia juga sudah membicarakan beberapa alternatif pasangan yang dijadikan sebagai antisipasi manakala peta politik berubah ditengah jalan. “Dedy tetap kita pertahankan. Tapi bagaimana nanti, keputusannya kita serahkan ke DPP. Intinya Gerindra tetap mempertahankan kadernya, masalah siapa nanti yang bakal jadi pendampingnya, kita serahkan ke DPP apakah nanti diposisi nomor 1 atau nomor 2,” ungkapnya Asmawar.
Dalam waktu dekat sebelum hari penutupan pendaftaran, ia berharap akan segera dipanggil oleh DPP untuk mendapatkan keputusan peta politik Gerindra tersebut. “Kalau mau dipasangkan dengan Pak Edison, tentu sangat bisa tapi itu belum kita pastikan, karena semua mentaati perintah pusat,” terangnya.

Saat di konfirmasi, Ketua DPD Demokrat Provinsi Bengkulu, H Edison Simbolon menjelaskan bahwa saat ini Demokrat belum menentukan sikap apapun, karena masih dalam proses dan pertimbangan-pertimbangan. Namun saat ditanya keinginannya untuk maju berpasangan dengan Dedy Wahyudi dalam Pilwakot, Edison belum bisa menjawab hal tersebut, karena komunikasi politik masih dilakukan dan belum mendapatkan hasil yang final. ” Kita masih menganalisa, waktu tinggal 2 hari lagi dan pasti nanti ada finalisasi untuk hal itu. Koalisi dengan PAN bisa saja terjadi, tapi saya lihat dulu perkembangan,” kata Edison.

Sementara itu, DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang baru dilantik beberapa waktu lalu, terus melakukan kegiatan salat maghrib berjamaah dan doa bersama di markas DPW PAN Provinsi Bengkulu dalam rangka melakukan resolusi 2018.

Tak Rela Helmi ke Lampung

Ketua BM PAN, Dempo Xler SIp menjelaskan meski saat ini Helmi Hasan berada di pencalonan provinsi Lampung, namun pihaknya hingga kini masih tetap mengusung Helmi-Dedi dalam Pilwakot 2018. Meski masa pendaftaran tinggal menyisakan 1 hari lagi, namun secara internal partai pihaknya belum membahas apapun terkait perubahan strategi pencalonan.

“Kita berdoa kepada Allah SWT, kami memohon agar Allah menggerakkan hati para pemimpin partai di pusat untuk mencalonkan bang Helmi di Kota Bengkulu. Allah punya kuasa makhluk tidak punya kuasa. Semoga Allah ijabah doa kita dan memberikan keberkahan untuk Kota Bengkulu yang kita cintai ini,” tutur Dempo.

Ridho: Helmi Tepat untuk Lampung

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang akan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 telah menjatuhkan pilihan pada Walikota Bengkulu Helmi Hasan untuk menjadi wakilnya.

Helmi Hasan yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini dinilai Ridho Ficardo sebagai sosok yang santun dan diterima masyarakat luas.

Gubernur Lampung sekaligus Ketua DPD Demokrat Bandar Lampung, Muhammad Ridho Ficardo saat dihubungi Bengkulu Ekspress (BE) mengungkapkan, alasannya memilih Helmi Hasan yang juga kader PAN ini adalah karena Helmi merupakan sosok yang sudah dikenal baik di masyarakat.

Helmi juga dinilai sangat baik dan tepat untuk memimpin Lampung.

“Helmi adalah sosok ustad yang santun dan dikenal baik oleh masyarakat, kepemimpinannya juga sangat baik,” ujar Ridho, kemarin (8/1).

Helmi juga dinilai telah sukses menjabat sebagai Walikota Bengkulu. Hal ini membuktikan bahwa Helmi Hasan bisa diterima masyarakat dan tidak bisa dipingkiri bahwa kepemimpinannya mampu membawa kota Bengkulu lebih baik. “Helmi sudah terbukti bisa memimpin Bengkulu dan kami nilai akan mampu memimpin Lampung,” sambung Ridho.

Penetapkan Helmi Hasan sebagai pasangannya pada pilkada mendatang juga sudah dari instruksi dari Ketua DPP Demokrat SBY, bahkan Helmi sudah memenuhi empat kriteria yang harus dimiliki calon sebelum diusung yakni integritas, kapasitas, disukai rakyat, dan elektabilitas. Selain itu, memenuhi parlemen treshold (PT) 20 persen.

“Bukan saya yang memutuskan tapi Ketua DPP Demokrat dan masukan dari berbagai pihak. Helmi Hasan dinilai sangat layak dan sangat tepat,” lanjut Ridho.

Tak hanya itu, Helmi Hasan yang juga sebenarnya adalah orang asli Lampung sehingga dirasa sangat pas dan tepat jika menjadikannya untuk mengabdi dan memajukan daerahnya sendiri.

“Orang tua Helmi itu orang Lampung Selatan. Jadi sangat tepat jika beliau mengabdi untuk Lampung,” tutur Ridho.

Pihaknya berharap hal ini akan segera terlaksana dan pada tanggal 10 Januari 2018 mendatang, dirinya dan Helmi Hasan akan mendaftarkan diri ke KPU Bandar Lampung sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2019-2024. “Nanti kami akan segera mendaftarkan diri ke KPU dan kami berharap kami bisa dipercaya untuk memimpin Lampung,” tutup Ridho.
Sementara itu, Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE mengatakan, pihaknya berterimakasih karena telah dipercaya untuk maju pada pemilihan gubernur Lampung. Namun dirinya mengaku hanya akan mengikuti takdir dan kehendak Allah. “Biarlah Allah yang mengaturnya. Kita tunggu saja pada tanggal 10 mendatang dan apa yang akan menjadi keputusan finalnya,” singkat Helmi.(999/805)

Kandidat Pengganti Helmi

1. Edison Simbolon
2. Asnawi Alamat
3. Syafriandi
4. Noviawan Ail
5. Dani Hamdani
6. Mardiyanti.