Kaden A Brimob Kurban 2 Sapi

Ary, Pemotongan hewan kurban (1)

CURUP, BE – Pada pelaksanaan Idul Adha 1436 Hijriah ini, Detasmen A Pelopor Brigade Mobil (Brimob) Polda Bengkulu memotong dua ekor sapi kurban. Sapi kurban tersebut berasal dari Kepala Detasmen A Pelopor Brimobda Bengkulu,  AKBP M Ridwan SIk.
Pemotongan dilakukan kemarin di Markas Komando (Mako) Detasmen A yang ada di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang. Daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada warga asrama Brimob dan warga sekitar.
“Untuk pembagian kita lakukan dengan sistem kupon, insya Allah pembagiannya merata dan bermanfaat,” ungkap Kaden A Pelopor Brimobda Bengkulu, AKBP M Ridwan SIk.
Menurut Ridwan selain diberikan kepada warga asrama Brimob dan masyarakat sekitarnya. Daging hewan kurban tersebut juga diberikan disejumlah titik yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Salah satunya di Kecamatan Binduriang sebanyak 50 kantong dan 10 Kg ke salah satu panti asuhan yang ada di Rejang Lebong.
“Selain daging hewan kurban, kita juga memberikan geras masing-masing sebanyak 2 kilogram untuk masyarakat penerima daging kurban ini,” tambah Ridwan.
Sementara itu, terkait dengan jumlah hewan kurban yang dipotong di Rejang Lebong pada tahun 2015 ini. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Rejang Lebong, Ir Amrul Eby jumlah hewan kurban untuk Sapi mencapai 775 ekor, kerbau 4 ekor dan kambing sebanyak 1330 ekor.
“Memang dibandingkan dengan tahun lalu jumlah hewan kurban yang dipotong meningkat sekitar 20 hingga 30 persen,” jelas Eby.
Menurut Eby, pada tahun 2014 lalu jumlah hewan kurban jenis sapi yang dipotong sebanyak 648 ekor sedangkan kambing sebanyak 1.050 ekor. Jumlah tersebut termasuk yang berasal dari dompet dhuafa sebanyak 5 ekor sapi dan 200 kambing sedangkan tahun ini dompet dhuafa tidak masuk Rejang Lebong.
Lebih lanjut Eby menjelaskan, pihaknya sempat pesimis jumlah hewan kurban yang dipotong akan mengalami peningkatan, hal tersebut karena lonjakan harga hewan ternak yang mengalami peningkatan drastis. Namun karena tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi sehingga jumlah pemotongan hewan kurban di Rejang Lebong mengalami peningkatan.
Selain itu ia juga menjelaskan, dengan melihat kondisi ini tentunya memiliki peluang masyarakat Rejang Lebong untuk menjadi peternak baik kambing maupun sapi. Karena ia mengaku sebagian besar hewan ternak di Rejang Lebong disuplai dari luar Rejang Lebong. Dengan melihat peluang ini nantinya diharapkan Rejang Lebong bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban sendiri.
“Sedangkan dari segi kesehatan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan tim kita, kita belum ada menemukan hewan kurban yang terserang penyakit terlebih berbahaya,” jelas Eby.
Menurut Eby, tidak ditemukannya hewan kurban yang terkena penyakit tersebut tidak terlepas dari kegiatan sosialisasi terkait dengan pemilihan hewan kurban yang telah mereka sampaikan sebelum pelaksaan kurban sendiri. (251)