Kacapem Bank Bengkulu ke 30 Diresmikan

AMERIGI, BE – Kantor Cabang Pembantu (Kacapem) Bank Bengkulu ke 30 di Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang  diresmikan Selasa (3/6), kemarin. Dilakukan oleh Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM serta Direktur Utama Bank Bengkulu Wimran Ismaun dan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Yuwono.
Dirut Bank Bengkulu Wimran Ismaun, dalam sambutannya menyampaikan, peresmian Kacapem Bank Bengkulu di Kecamatan Merigi Kepahiang itu merupakan wujud keseriusan pihaknya selaku lembaga keuangan di Provinsi Bengkulu agar Bank Bengkulu semakin dekat  dengan masyarakat. “Peremian Kacapem Bank Bengkulu di Merigi Kepahiang ini merupakan yang ke 30 di Provinsi Bengkulu ini, semoga dengan adanya persemian ini bank Bengkulu bisa semakin dekat dengan masyarakat khususnya pada bidang perbankan,” ujar Wimran.
Dikatakannya, dengan pembentukan Kacapem baru ini pihaknya mengharapkan saham Bank Bengkulu saat ini bisa mengalami kenaikan. Ini seiring dengan dipercayakannya bank bengkulu dihati masyarakat saat ini.
“Harapan kita denegan terbentuknya Kacapem Bank Bengkulu ini kedepan saham kita juga akan mengalami kenaikan,” harapnya. Sementara itu, Pimpinan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Yuwono menyampaikan aset perbankan di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan. Yang mana pada tahun 2012 lalu jumlah aset tercatat sebanyak Rp 9,6 triliun dan per bulan Maret tahun 2013 ini sudah tercatat sebanyak Rp 11,9 triliun. Angka ini sendiri didominasi oleh dana pihak 3 sebanyak Rp 7 triliun, kredit sebanyak Rp 3 triliun. Namun angka aset ini masih didominasi oleh banyaknya kredit konsumsi.
“Untuk aset perbankan di Kepahiang per Maret sebanyak Rp 146 miliar. Angka ini masih sekitar 1,2 persen dari total aset Rp 11,9 triliun yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini,” katanya.
Menurutnya, dengan angka yang mencapai 1,2 persen tersebut. Aset perbankan di Kepahiang sudah mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini sendiri seiring dengan maju pesatnya sektor pertanian dan perkebunan masyarakat di Kepahiang saat ini yang juga ditandai dengan tengah musim kopi.
“”Penyaluran kredit sebanyak Rp 103 miliar dan masih dominasi kredit konsumtif. Dari jumlah tersebut yang produktif baru 4 persen dan ini masih terbilang kecil untuk aset perbankan di daerah. Namun yang perlu diketahui Bank Bengkulu saat ini menduduki posisi ke 26 untuk bank BPD  se Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader sangat mengapresasi sekali dengan kepercayaan Bank Bengkulu untuk membuka kantor cabang pembantu di Kepahiang saat ini. Menurutnya, perbankan selain penghimpun dana masyarakat juga harus mampu membantu masyarakat dalam hal pendanaan.
“Prinsipnya bank untuk membantu rakyat, dengan adanya peresmian kantor cabang pembantu ini kita sangat berterimakasih sekali kepada direksi bank Bengkulu. Harapanya dengan terbentuknya kantor cabang ini kedepan perekonomian masyarakat di Kepahiang bisa lebih meningkat dan maju,” ujar Bando.
Dijelaskannya, salah satu sektor perekonimian yang dilakukan masyarakat Kepahiang saat ini berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Yang mana pada awalnya budidaya kopi dan cokelat yang digalakkan masyarakat Kepahiang sehingga saat ini perekonomian masyarakat Kepahiang menjadi tumbuh. Seiring dengan waktu muncul inovasi baru dengan budidaya tanaman sengon bagi masyarakat Kepahiang dan hasilnya budidaya sengon ini bisa diterima masyarakat dan menciptakan pendapatan dan lapangan kerja baru.
“Mayoritas penduduk Kepahiang merupakan petani dan saat ini yang tengah kita budidayakan yakni tanaman sengon,” jelas Bando.
Terpisah Kacab Bank Bengkulu Kepahiang Thamrin Yakin SE menyampaikan jika adanya Kacapem Bank Bengkulu di Merigi ini merupakan perpanjangan tangan pihaknya dalam segi pelayanan kepada para nasabah didaerah Ujan Mas dan Merigi. Kacapem ini langsung bisa melayani masyarakat setelah pelaksanaan peresmian ini dilakukan.
“Untuk Kepala Kacapem Bank Bengkulu ini telah ditunjuk saudara Amru Hidayat. Kacapem ini sendiri akan berada dibawah pengawasan kantor Cabang kita di Kepahiang,” singkat Thamrin. (505)