Kabut Asap Selimuti Kepahiang

Anggota DPRD Kepahiang membagikan masker kepada pengguna jalan di KepahiangKEPAHIANG, BE – Pusat ibukota Kabupaten Kepahiang, Kepahiang sejak 2 hari terakhir diselimuti kabut asap. Menyikapi masalah tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang sejak kemarin menyiapkan ribuan masker kepada masyarakat umum.
Sejauh ini Dinkes belum mendapat data pasti peningkatan jumlah pasien Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat bencana udara tersebut. Demikian pula, asal asap kiriman tersebut hingga kemarin belum diketahui pasti oleh Pemkab. Pantauan BE, tak hanya Dinkes, anggota DPRD Kepahiang ikut melakukan aksi simpatik membangikan masker penutup mulut dan hidung tersebut. Dipimpin oleh Wakil Ketua II Saparuddin, anggota dewan membagikan pelindung bagi pengguna kendaraan ini di persimpangan jalan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) samping DPRD Kepahiang. “Pembagian masker oleh dewan ini dilakukan secara cuma-cuma. Pihak Setwan bekerjasama dengan Dinkes,” ujar Sekwan DPRD Kepahiang, Zamzami Zubir SE MM kemarin.
Dikatakannya, secara tidak langsung, kabut asap yang diuduga kiriman dari rovinsi tetangga yang terjadi itu membuat sebagian masyarakat mengeluh. Sehingga sebagai antisipasi dan kepedulian, pihak dewan membagikan masker ini. “Kabut asap yang terjadi saat ini di Kepahiang kondisinya sudah sangat memprihatinkan sekali, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan seperti setiap pengendara harus memakai masker dalam berkendara,” jelasnya.
Sementara dikatakan Plt Kepala Dinkes Kepahiang, Asli Samin MKes pihaknya menyediakan 1.500 masker. Kain pengaman pernafasan itu diberikan kepada pengguna jalan dan para pelajar untuk mencegah merambahnya ISPA.
“Pelaksanaan pembagian masker ini akan kita lakukan selama 3 hari kedepan, target utama kita yakni para pengguna jalan dan juga pelajar yang tujuanya untuk menghindari penyakit ISPA,” terang Asli.
Dikatakannya, sejak mewabahnya kabut asap di Kepahiang, saat ini angka penderita ISPA di Puskesmas dan RSUD Kepahiang mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dipicu karena pengguna jalan tetap melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi di daerah yang terdapat kabut asapnya.
“Kami juga menghimbau kepada pengguna jalan raya untuk tidak melajukan kendaraanya dengan kencang, selain untuk mencegah ISPA dari kabut asap ini, juga untuk menghindari kecelakaan karena jarak pandang kendaraan yang hanya beberapa meter saja,” tandasnya.(505)