Kabut Asap, Garuda Batal Mengudara

pesawatBENGKULU, BE – Wilayah Kota Bengkulu mulai diselimuti kabut asap, pagi kemarin. Berdasarkan laporan dari BMKG stasiun Meteorologi Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, jarak pandang ditengah kepungan asap dari sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu ini mencapai 2 hingga 4 kilometer.
“Disamping itu, kondisi awan saat ini memang agak gelap, atau awan menengah sehingga membuat kondisi udara agak kabur,” kata Prakirawan BMKG stasiun Meteorologi Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Haris Syahid, kemarin.
Menurutnya, selama awan menengah masih menggantung di langit Kota Bengkulu, kondisi ini masih akan terus terjadi. Namun kondisi ini masih dalam koridor aman dibandingkan dengan wilayah Palembang dimana pencemaran udara akibat kabut asap kemarin telah mencapai angka 834.
“Kalau awannya masih seperti kondisi sekarang kumungkinan masih akan seperti hari ini (kemarin, red). Namun dipastikan bahwa kondisi ini dalam beberapa waktu terakhir tidak sampai menganggu penerbangan,” jelasnya.
Dengan demikian, sambung Haris, pihaknya saat ini belum memberikan early warning atau peringatan dini kepada warga masyarakat Bengkulu. Hanya saja, pihaknya mengimbau agar warga masyarakat dapat berhati-hati terhadap tingginya gelombang dan angin laut.
“Pekan yang lalu gelombang ombak mencapai 4-5 meter. Mungkin dalam 3 hari atau seminggu ke depan turun sekitar 3 meter. Angin kencang rata-rata berkekuatan 18 knot atau 21 mph atau 36 km per jam,” ungkapnya.
Sementara itu, sebagaimana yang terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, penerbangan pesawat Garuda di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dengan rute Jakarta-Bengkulu pagi kemarin, dilaporkan batal mengudara.
“Garuda memang seharusnya sudah masuk.  Saat ini (pukul 9.00 WIB kemarin, red) belum masuk karena ada navigasi operation terkait pesawatnya.  Tapi dipastikan tetap akan berangkat dari Jakarta dan akan kembali lagi ke Jakarta,” kata Kasi Keselamatan Penerbangan Bandara Fatmawati Soekarno, Widjajanti.
Secara keseluruhan, sambung Widjajanti, sejak tanggal 1 hingga 14 Oktober 2014, jarak pandang penerbangan (visibility) di Kota Bengkulu mencapai 4.000 meter.
“Sehingga tidak banyak menganggu penerbangan yang lain. Demikian juga pesawat yang ke daerah barat seperti ke Muara Bungo Jambi sejauh ini masih beroperasi,” pungkasnya. (009)