Kabel Dicuri, Listrik Padam

PUT, BE – Kabel kawat berbahan tembaga yang berada di dalam travo gardu listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berada di Desa Ulak Tanding Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Sabtu (08/12), pukul 03.00 dini hari dicuri orang tidak dikenal.  Akibat aksi pencurian dengan pemberatan (Curat) itu aliran listrik di wilayah itu mengalami pemadaman beberapa jam, hingga petugas PLN datang untuk melakukan perbaikan dan pergantian isi travo di gardu listrik tersebut.

Pencurian itu diketahui petugas PLN,  saat tiba-tiba saja terjadi pemadaman arus listrik, mendapatkan laporan pemadaman petugas PLN segera melakukan pengecekan kerusakan jaringan.  Saat dilakukan perbaikan, pemadaman baru diketahui terjadi karena kabel dalam travo gardu yang hilang, dan baru saja diputus oleh pelaku pencurian.

Hermansyah (49), salah satu karyawan PLN mengaku melakukan pengecekan dan mencoba melakukan penelusuran apa penyebab, aliran listrik yang tiba-tiba saja padam.

“Saat kami lakukan pengecekan, akhirnya menemukan sumber pemadaman yang berasal dari gardu Desa Ulak Tanding. Setelah dicek secara teliti, ternyata kumparan tembaga yang berada di dalam travo gardu tersebut telah dicuri,” terang Hermansyah.
Atas kejadian itu, Hermansyah lantas melaporkan hal itu ke Polsek Padang Ulak Tanding.  Setidaknya, PLN mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.  “Sudah sering pencurian isi travo ini terjadi di PUT, pencurian terjadi saat dini hari menjelang Subuh.  Pencuri selalu mengambil isi travo berupa tembaga dengan cara digunting,” ujar Hermansyah.

Dikonfirmasi, Minggu (09/12), Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Kapolsek PUT. AKP Junaidi SH membenarkan adanya peristiwa itu. “Laporan dari pihak PLN sudah kami terima. saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan korban,” ujar Junaidi.

Diimbau, agar masyarakat setempat dapat meningkatkan aktivitas ronda malam sebagai upaya pencegahan peristiwa serupa kembali terjadi di kemudian hari.

“Kami minta agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan cara mengaktifkan kembali Siskamling atau ronda malam. hal ini dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan meredam niat para pelaku untuk melakukan aksi pencurian. Terlebih lagi kabel travo merupakan milik perusahaan negara yang dipergunakan untuk kepentingan orang banyak, seharusnya jangan dicuri,” ujar Junaidi. (999)