KA Pramek Tergelincir, 41 Penumpang Terluka

Kereta Api Prambanan Ekspress (Pramek) Jurusan Solo-Yogjakarta tergelincir di Dusun Krajan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa petang, 23 Oktober 2012. Kereta ke luar jalur dan menyebabkan gerbong 1 dan dua terguling.

Pantauan di lapangan, sebagian penumpang yang luka-luka berasal dari dua gerbong terdepan itu. Sebagian korban luka dirawat di Rumah Sakit Panti Rini, RS Bhayangkara Polda DIY, dan Rumah Sakit Persaudaraan Djama’ah Haji Indonesia (PDHI) Yogyakarta.

Enaryaka, anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yogyakarta mengatakan, 31 korban luka dirawat di Rumah Sakit Panti Rini, dua di antaranya luka berat. “Dua orang di RS PDHI dan delapan orang dirawat di RS Bhayangkara satu di antaranya sedang hamil,” katanya. Masinis kereta yang mengalami luka juga dirawat di RS Panti Rini.

Saat ini kereta sudah dikerumuni warga. Mereka menonton evakuasi para korban.

Ito, 43 tahun, salah satu penumpang mengatakan, sebelum kereta tergelincir, para penumpang sempat merasakan kereta terguncang saat memasuki wilayah Prambanan. “Kerikil berterbangan, dan kereta pun berhenti. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi, hingga akhirnya terguling,” kata Ito kepada VIVAnews.

Kepala Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Eko Budianto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan kronologi kejadian, dan berapa jumlah korbannya serta penyebab kereta api tergelincir.(**)