Juventus VS Atletico Madrid

Mission (Still) Possible

TURIN – Label final mini layak tersemat pada leg kedua 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Atletico Madrid dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 03.00 WIB). Bagaimana tidak. Tampil di kandang sendiri Allianz Stadium, Bianconeri dituntut mengejar defisit agregat 0-2 di leg pertama. Kebetulan, lawan mereka adalah tuan rumah laga final yang dihelat di Estadio Wanda Metropolitano 2 Juni 2019.

Keuntungan tampil di kandang sendiri berusaha direguk Nyonya Tua dengan mengusahakan semua elemen tim turut membantu. Yakni, gabungan antara tim dan tifosi.

”Saya ingin mengatakan kepada Juventini untuk berpikir positif bahwa segalanya masih memungkinkan. Kami butuh bantuan kalian membuat atmosfer stadion jadi luar biasa. Semuanya,” ucap superstar Cristiano Ronaldo kepada Juventus TV.

Harapan CR7 seiring dengan beberapa upaya Juve agar tampil tanpa cela dini hari nanti. Allenatore Massimiliano Allegri sudah lebih dulu melakukannya ketika menang 4-1 atas Udinese pada giornata ke-27 Serie A (9/3).

Pelatih 51 tahun itu mengistirahatkan sebagian pilar seperti CR7, Mario Mandzukic, Giorgio Chiellini, dan Miralem Pjanic. Leonardo Bonucci dan Paulo Dybala bahkan turun sebagai pengganti.

Usaha lainnya terlihat dari ultras Juve yang ada di Curva Sud. Mereka yang selama ini tetap hadir di stadion tapi bungkam sebagai bentuk protes harga tiket yang melangit, khusus untuk laga nanti mereka bakal buka suara.

Lebih jauh, laga nanti bakal jadi yang ke-201 Juve di Allianz Stadium sejak digunakan kali pertama pada September 2011. Hebatnya, 80 persen dari 200 laga yang dihelat di stadion berkapasitas 41.507 tempat duduk itu berakhir dengan kemenangan.



”Kami tidak akan takluk, kami tidak akan dijual, tetapi kami bersorak untuk cinta. Hanya untuk jersey kebanggaan! Pada hari Selasa (dini hari nanti, Red) keluarkan suaramu! Curva Sud,” bunyi pernyataan kelompok yang biasa disebut Drughi itu.

Dari segi taktik, Allegri juga sangat mungkin menerapkan pakem berbeda yang bisa mendorong kans mencetak gol cepat. Eks pelatih AC Milan itu kemungkinan besar menggunakan back three. Namun, bukan mengandalkan trio BBC (Bonucci-Andrea Barzagli-Chiellini). Sebab, Barzagli cedera. Opsinya adalah antara Martin Caceres dan Daniele Rugani.

Selain lebih menyerang, formasi mengusung back three juga ingin digunakan Juve lebih mendominasi sektor sayap dengan dua wing back. Satu-satunya kendala di posisi ini adalah absennya Alex Sandro karena akumulasi kartu kuning.

Upaya terakhir adalah mengharap tuah Ronaldo. Dari 32 pertemuan melawan Atleti, eks penggawa Manchester United dan Real Madrid itu mencetak 22 gol dan membukukan 8 assist. 22 gol ke gawang Atleti menjadikan mereka sebagai tim ketiga yang terbanyak dibobol striker 34 tahun itu setelah Sevilla dan Getafe (27 dan 23 gol). Performa itu dicatatkannya di Derbi Madrileno ketika sembilan musim berkostum Los Merengues (2009-2018).”Jika aku harus bertaruh, maka itu untuk Ronaldo. Dia pemain yang bisa membuat perbedaan dalams ituasi seperti ini dengan semua pengalaman dan gol yang sudah dicetaknya,” ucap kiper Wojciech Szczesny. (io)