Jurnalis Jangan Dimanfaatkan

Foto : IST

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Memasuki tahun politik, semua jurnalis di lingkungan Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang diajak lebih cerdas dalam menulis berita. Supaya tidak dimanfaatkan para politisi tertentu untuk menjadi corong pemberitaan dengan menjatuhkan orang lain.

Insan pers di tiga kabupaten diajak untuk berintegritas dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan mengedepankan berita-berita bersifat membangun serta mempersatukan rakyat.

“Ya ini tahun politik rekan-rekan jurnalis harus bisa memilih dan memilah bahan berita. Karena kita harus menegaskan bila jurnalis bukan juru kampanye,” sebut Ketua PWI Rejang Lebong, Hasan Basri, dalam acara coffee morning Dandim O409 Rejang Lebong Letkol Kav Budi Wirman bersama jurnalis Jum’at (21/9).

Hasan mencontohkan kejadian di Curup Rejang Lebong beberapa waktu lalu, saat ada kegiatan di KPU setempat. Saat itu, ada pengurus Parpol yang datang terlambat sehingga seorang pejabat daerah yang juga politisi memanasi jurnalis dengan menyentil pengurus Parpol terlambat tersebut. Tentunya kondisi tersebut harus dapat disikapi secara bijak oleh para jurnalis, jangan sampai ucapan politisi dijadikan bahan berita secara mentah-mentah.

Dandim 0409 Budi Wirman yang membidangnyi tiga kabupaten juga mengajak rekan-rekan jurnalis agar bisa bersikap netral dalam politik. Sehingga, berita-berita yang disajikan kepada publik melalui media cetak, elektronik maupun online merupakan informasi benar-benar memberikan informasi, edukasi bagi masyarakat.



“Media resmi mau media abal-abal, seperti yang lagi ramai dikejar hingga ke Hongkong itu. Saya juga minta kawan-kawan bisa betul-betul memberikan informasi informatif, edukatif dan komsumtif. ”Jangan berita yang digoreng dengan minyak bekas, karena murah. Itu istilah saya,” ujar Budi.

Ia mengajak seluruh insan pers diwilayah agar bisa menjadi penyemarak pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif dan presiden wakil presidan mendatang. Bukan menjadi lembaga yang membuat situasi kemanan mencekam dengan penyebaran informasi yang salah. “Saya tahu kalau tidak ada media, bagiamana kemeriahan atau informasi kegiatan itu akan sampai kepada masyarakat,” tuturnya. (320)