Junaidi Berdoa Dicintai Rakyat

BENGKULU, BE – Akhirnya selesai sudah masa cuti Plt Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.  Ia bersama istri, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, telah tiba di Bengkulu setelah melaksanakan ibadah haji di Mekkah.  Selanjutnya, Junaidi  aktif bertugas sebagai Plt Gubernur mulai Senin (5/11) mendatang.  Sudah banyak pekerjaan yang menanti sang ustad tersebut.
Bersamaan dengan kepulangan Plt Gubernur dan istri, Bupati Bengkulu Tengah  Ferry Ramli juga pulang lebih dahulu dibanding jemaah haji lainnya.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Drs H Asnawi A Lamat MSi dan pejabat di lingkungan dinas dan instansi di lingkungan Pemprov Bengkulu, serta terlihat juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) tampak menyambut kepulangan Plt Gubernur.  Junaidi mengaku selama menjalani ibadah haji hingga tiba di Bengkulu dalam kondisi sehat. Bahkan, selama di Mekkah, ia mengunjungi seluruh kloter yang terdapat jemaah haji asal Bengkulu, yakni kloter 7, 8, 9, 10 dan kloter 11.   Junaidi mengaku, saat di Mekkah, jemaah haji dari Bengkulu dan Padang selalu memintanya untuk memimpin doa mulai salat Zuhur hingga kutbah wukuf.

“Saya berdo’a sesuai pesanan jemaah. Secara umum, saya berdo’a agar Bengkulu dan Padang dijauhkan dari segala bencana, baik itu gempa, banjir, tsunami dan longsor. Sebab bencana sering   melanda Bengkulu dan Padang,” katanya.

Namun, secara pribadi sebagai pemimpin di Provinsi Bengkulu,  ia selalu berdoa agar masyarakat Bengkulu hidup makmur, dan sejahtera. Ia juga berdoa agar dalam memimpin Provinsi Bengkulu, menjadi pemimpin yang amanah sehingga dicintai rakyatnya.  “Secara pribadi saya mendoakan masyarakat Bengkulu makmur sejahtera. Satu hal penting yang saya berdoa.  Saya ingin menjadi pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyat,” tuturnya.

Selama menjalani ibadah haji, Junaidi mengaku tidak mendapat pengalaman mistis dan unik. Sebab niatnya ke Mekkah, untuk beribadah sepuasnya. Ia mengaku sempat melakukan tawaf ifadah.  “Ketika itu kondisi lengang  sekali. Kemudiaan saat tawaf wada atau tawaf perpisahan, luar biasa, dua kali tidak bisa keluar, karena penuh dengan lautan manusia,” ceritanya kepada wartawan.

Saat di Mekkah, banyaknya jemaah haji dari  Bengkulu yang kehilangan uang. Hal tersebut akibat kelalaian karena banyak jemaah yang tidak mengerti  mata uang Arab Saudi  dan tidak mengikuti instruksi ketua kloter pembimbing haji. Bahkan, ia menceritakan ada jemaah haji berusia 70 tahun, fisiknya lemah, tapi mereka nekat.

“Maksudnya nekat itu pergi dan belanja selalu sendiri. Padahal sudah diingatkan bila berpergian dan belanja jangan sendiri. Apalagi tidak bisa membedakan pecahan uang real, mereka sering ditipu saat belanja,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan haji kali ini masalah penempatan jemaah haji asal Bengkulu cukup memuaskan. Saat mendengar informasi ada jemaah haji asal Bengkulu yang makan nasi basi, Junaidi langsung melakukan pengecekan, ternyata bukan jemaah asal Bengkulu tapi asal Palembang. Sedangkan satu orang jemaah haji asal Kabupaten Kaur yang meninggal baru didengarnya saat tiba di Bandara.

Ditambahkan, Bupati Benteng Ferry Ramli,, mengaku bersyukur bisa kembali tiba di Bengkulu.  “Alhamdulillah. Kita disana bersama-sama dengan maktab kita berbaur dan saya juga sering bergabung dengan jemaah haji asal Benteng. Di sana saya berdoa agar masyarakat Benteng hidup sejahtera dengan pembangunan yang merata. Selain doa agar seluruh jemaah bisa menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. (100)