Jumlah Vaksinasi Lansia di Kota Bengkulu Masih Rendah, Dinkes Diminta Lebih Proaktif

 

FOTO IST/ Hearing Komisi I DPRD Kota Bengkulu bersama Dinkes Kota Bengkulu, Senin (24/05)

BENGKULU, bengkukuekspress.com – Tingkat vaksinasi terhadap lansia di Kota Bengkulu diketahui masih sangat rendah. Dari sekitar 22 ribu lansia yang ada di Kota Bengkulu, yang baru divaksin baru sekitar 3 ribu orang yang sudah divaksin. Hal tersebut diketahui saat DPRD Kota Bengkulu melakukan hearing bersama Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Senin (24/05) di Kantor DPRD kota.

“Kita mau lihat terkait vaksinasi sejauh mana pihak Dinkes telah melakukan vaksinasi di Kota Bengkulu. Karena kan yang rawan ini kan lansia Terutama lansia, dan benar yang masih kecil ini untuk lansia. Dari 22 ribu lebih lansia yang ada di Kota Bengkulu ini baru 3 ribu orang yang sudah divaksinasi, berarti kan masih jauh sekali ya. Kami minta Dinkes lebih proaktif untuk melakukan vaksinasi,” jelas Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

Ia mengatakan, berdasarkan info yang didapat, ada vaksin itu sekitar empat ribu lagi yang masih tersedia yang bisa disuntikan untuk dua ribu orang, karena dua kali penyuntikan. Iya. Jika dilihat dari jumlah lansia yang belum divaksinasi ada sekitar 19 ribu orang yang berarti harus ada 38 ribu vaksin.

“Kami minta bahwa jumlah vaksin itu segera ditambah, tapi ternyata bahwa kalau vaksin itu masih ada, pemerintah pusat belum akan kirim lagi. Oleh karena itu, kami minta segera dihabiskan untuk lakukan vaksinasi terutama kepada yang berusia lanjut,” tambah Teuku.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawaty mengatakan rendahnya angka vaksinasi terhadap lansia disebabkan banyaknya lansia yang belum bisa dilakukan vaksinasi setelah melalui screening. Namun untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan pelayanan publik sudah hampir mendekati 90 persen.

“Jadi kami Pemerintah kota dalam hal ini kami di Dinas Kesehatan pada saat ini masih bertahap untuk melakukan vaksinasi. Untuk nakes sudah mencapai 93 persen lebih, dan untuk pelayanan publik ini sedang berlangsung juga sudah 60 persen lebih. Kemudian yang masih kecil ini lansia, tetapi lebih baik dibandingkan kabupaten yang lain, kita baru 15,52 persen,” jelas Susilawaty.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkerjasama dengan berbagai pihak untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi. Sehingga nantinya mencapai angka 90 persen untuk sudah bisa membentuk kekebalan masyarakat dari ancaman virus Covid-19. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*