Jumlah Sampel Swab Diperiksa Baru 1.280

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu mengungkapkan hingga saat ini baru sebanyak 1.280 orang yang sudah menjalani pemeriksaan sampel swab. Dari angka tersebut sebanyak 92 orang dinyatakan positif terjangkit virus Korona. Meski begitu, jumlah tersebut masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di daerah yang telah mencapai 2 juta lebih.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkulu, Jaduliwan SE MM mengaku, masih sedikit masyarakat yang melakukan pemeriksaan swab. Hal ini disebabkan ketersediaan alat uji swab yang jumlahnya terbatas. Sehingga membuat Pemerintah hanya memfokuskan pemeriksaan terhadap orang dengan status ODP, PDP, dan hasil rapid test yang reaktif. “Jumlah sampel swab yang kita periksa belum sampai 1 persen, meski begitu kita tetap waspada kemungkinan bertambahnya kasus konfirmasi positif,” kata Jaduliwan, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sampel swab sebanyak 1.280 orang dengan rincian sebanyak 92 orang dinyatakan positif dan 1.188 orang dinyatakan negatif. Sementara itu, saat ini masih ada sebanyak 168 sampel dalam proses pemeriksaan. “Meskipun kita telah memiliki Laboratorium pemeriksaan swab sendiri, namun masih banyak sampel yang belum kita periksa, totalnya ada 168 sampel,” jelas Jaduliwan.

Ia mengaku, masih ada ratusan sampel swab belum diperiksa disebabkan ketersediaan reagen (cairan pendukung) pengujian virus korona metode Polymerase Chain Reaction (PCR) masih belum terpenuhi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah telah mengusulkan tambahan reagen ke Gugus Tugas Pusat.

“Reagen untuk PCR kita sedikit, mungkin dalam beberapa hari kedepan stoknya sudah ada,” tutur Jaduliwan.

Ia menambahkan, pihaknya sering menerima pertanyaan dan keluhan dari beberapa orang yang mempertanyakan hasil pemeriksaan swab. Pasalnya lebih dari 20 hari hasil pemeriksaan swab mereka belum juga keluar. Lambatnya hasil pemeriksaan swab tersebut disebabkan oleh ketersediaan reagen yang terbatas. “Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, tapi kita minta kepada masyarakat yang swabnya belum diperiksa untuk bersabar,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengaku, untuk masyarakat yang belum menerima hasil pemeriksaan swab diharapkan dapat bersabar. Karena jumlah swab yang belum diperiksa cukup banyak. Sementara jumlah reagen yang dimiliki sangat terbatas. “Kita minta bersabar, nanti hasilnya akan disampaikan,” tuturnya.

Disisi lain, Ia mengatakan, bagi pasien yang sampel swabnya positif dan saat ini masih melakukan isolasi mandiri di rumah, nantinya akan ditangani oleh Dokter dari Puskesmas. Seperti diketahui, selama ini pasien konfirmasi positif kebanyakan ditangani oleh dokter spesialis dari rumah sakit rujukan. Namun, setelah rapat bersama dengan tim medis di RSUD M Yunus, diambil kebijakan bahwa dokter di Puskesmas memiliki tanggung jawab untuk merawat dan memantau kondisi pasien Covid-19 yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. “Kita akan mulai berdayakan dokter di puskesmas, mereka akan melakukan perawatan dan pemantauan pasien kasus konfirmasi positif yang di isolasi di rumah,” tutupnya.(999)