Jumlah Kendaraan Naik 30%

BENGKULU, BE – Jumlah kendaraan di Bengkulu mengalami lonjakan 30% per tahun. Sehingga ini mempengaruhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM). Jumlah kendaraan roda dua dan roda empat saja mencapai 710 ribu unit di Kota Bengkulu. Ini diungkapkan Kadishubkominfo Provinsi Budi Djatmiko, kemarin. “Dengan penambahan jumlah kendaraan ini sudah sewajarnya jika jumlah kuota BBM bersubsidi juga ditambah untuk masyarakat di 10 kabupaten dan kota,” katanya.Seperti diungkapkan Asisten II Setda Pemprov Bengkulu Ir Nasyah MT, pihaknya telah mengajukan tambahan usulan BBM bersubsidi. “Kami sudah mengajukan penambahan usulan kepada BBM Migas. usulan itu berasal dari semua kabupaten dan kota dan segera diteruskan ke BPH Migas, lengkap dengan data pertumbuhan jumlah kendaraan masing-masing daerah,” katanya.Ia mengharapkan dengan penambahan kuota BBM bersubsidi tersebut diharapkan dapat mengatasi antrean panjang kendaraan di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum di Bengkulu.
Kebijakan BPH Migas yang mengurangi kuota BBM jenis premium untuk Provinsi Bengkulu pada 2012 menurutnya menjadi satu pemicu terjadinya antrean kendaraan di SPBU. Pada 2011 kuota BBM jenis premium sebanyak 184.167 kiloliter, tapi dikurangi menjadi 183.457 kiloliter pada 2012. “Dengan kuota yang ditetapkan BPH Migas ini, maka kuota premium yang seharusnya disalurkan Pertamina ke SPBU yang ada di daerah itu sebanyak 501 kilo liter per hari, tetapi yang dipasok mencapai 555 kiloliter per hari,” ujarnya.Sebelumnya, Wira Penjualan Depo Pertamina Bengkulu Misbach Buchori mengatakan pengurangan kuota tersebut merupakan keputusan BPH Migas. “Kami tidak mengatur soal kuota, murni dari BPH Migas sedangkan Pertamina bertangggungjawab dalam penyaluran,” katanya.Dikatakannya, jumlah BBM bersubsidi jenis premium yang disalurkan pada 2012 memang berkurang dari kuota 2011, namun untuk jenis solar justru terjadi penambahan kuota dari 81.466 kiloliter pada 2011 menjadi 81.703 kiloliter pada 2012. “Realisasi penyaluran BBM jenis premium pada 2011 mencapai 196.438 kiloliter sehingga diperkirakan realisasi tahun ini juga tidak kurang dari angka tersebut,” katanya. ” Tapi, Karena kendaraan bermotor terus bertambah, sedangkan kuota BBM justru menurun, ini akan menimbulkan masalah,” katanya,” tambahnya. (100)