Juli, Danau Dendam Mulai Digarap

REWA/Bengkulu Ekspress Kawasan TWA Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) ini akan dikelola Pemprov Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Dencam Tak Sudah (DDTS) Bengkulu hingga saat ini masih menunggu Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung.  Ditargetkan PKS tersebut akan dilakukan pada Juli 2019 mendatang, sehingga nantinya Pemprov secara resmi bisa mengelola TWA tersebut.

“Dari koordinasi kita dengan pihak BKSDA terkait rencana pengelolaan TWA DDTS, untuk pengelolaan baru bisa dilakukan setelah PKS selesai. Kita targetkan awal Juli ini baru ditanda-tangani,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, Ir Sorjum Ahyan MT, kemarin (9/6).

Selain itu, dalam pengelolaannya nanti pihaknya juga terlebih dahulu harus menunggu penataan blok seperti pemisahaan kawasan lindung, wisata, dan kebutuhan lainnya oleh pihak BKSDA selaku penanggung penanggung jawab wilayah.”Dari koordinasi kita, penataan bloknya akhir Juni ini selesai. Makanya kita menargetkan awal bulan depan PKS ditandatangani, karena baru bisa dilakukan setelah penataan blok-blok dalam TWA DDB rampung,” terangnya.

Disamping itu, seiring dengan penataan blok, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi juga melaksanakan Detail Enginering Design (DED) untuk pengembangan TWA nantinya. Apalagi dalam pelaksanaan DED tersebut bisa dilakukan seiring penataan blok, karena tidak berpengaruh sudah ditandatanganinya PKS atau belum.



“Diharapkan pada saat penataan blok rampung, begitu juga dengan DED-nya. Dimana setelah DED selesai, baru pengembangan TWA seperti pembangunan fisik untuk kawasan wisata bisa dilakukan. Untuk perizinan, saya kira tidak ada permasalahan lagi, dan kemungkinan besar tahun depan pekerjaan untuk pengembangan bisa dilakukan,” katanya.

Untuk pembangunan jalan, Sorjum mengaku, jalan yang dibangun untuk melintasi TWA adalah 2 jalur dan saat ini tahapannya masih pendataan untuk proses pembebasan lahan.”Jika nantinya pembebasan lahan untuk pembangunan jalan yang dimaksud selesai dalam tahun ini, pada tahun depan ditargetkan bisa segera terealisasi pekerjaannya,” tutupnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Lembak Bengkulu, Nuzuluddinmendukung rencana pemerintah untuk mengelola TWA DDTS tersebut. Hal ini mengingat keberadaannya telah memiliki banyak potensi untuk dijadikan sebagai objek wisata. Lebih lagi lokasinya juga sangat strategis karena terletak di ibu kota Provinsi Bengkulu yang berfungsi sebagai tangkapan air dengan dua tipe ekosistem, yaitu perairan danau dan hutan air tawar yang luasnya mencapai 577 hektare.

“Kami harap pemerintah segera mengelola TWA DDTS, karena hal ini akan meningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(999)