Jual Furniture Rak Bunga dan Meja Belajar Dimasa Pandemi, Warga Kota Bengkulu Ini Raih Omset Puluhan Juta

ANGGI PRANATA/BE
RAK BUNGA : Zetiya Wati (42), pengusaha furniture di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, menunjukan rak bunga yang diminati pembeli dimasa pandemi Covid-19.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pandemi Covid-19 tidak menjadi kendala bagi Zetiya Wati (42), untuk mulai merintis usahanya di bidang furniture.

Usaha furniture baru dirintis oleh ibu Zetiya Wati yang beralamatkan di Jalan Kalimantan Kelurahan Rawa Makmur tepat di samping Gang Merpati 1.

Usaha furniture yang baru berjalan sekitar 4 bulan ini menjual berbagai macam furniture seperti rak bunga, kursi, meja belajar dan berbagai macam furniture lainnya.

“Usaha yang baru saya rintis ini sudah berjalan sekitar 4 bulan dan menjual berbagai macam furniture, diantaranya rak bunga dan meja belajar,” ujar Zetiya, Senin (16/11) di Bengkulu.

Kayu yang digunakan sebagai bahan utama membuat furniture ada 2 jenis, yaitu kayu bawang dan pulai. Kayu-kayu ini didatangkan dari Bengkulu Utara. Setelah tiba di Kota Bengkulu, baru dibuat dipengrajin di tempat usahanya sendiri.

ANGGI PRANATA/BE RAK BUNGA : Zetiya Wati (42), pengusaha furniture di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, menunjukan rak bunga yang diminati pembeli dimasa pandemi Covid-19.

Harga yang furniture yang dijual oleh Zetiya Wati ini, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu untuk yang paling mahal.

Furniture yang paling banyak diminati yaitu rak bunga dan meja belajar. Hal itu disebabkan, pada masa pandemi Covid-19 ini banyak ibu-ibu yang mulai mengikuti trend untuk memelihara bunga, sehingga penjualan rak bunga lumayan tinggi. Sementara meja belajar diminati karena saat ini sistem pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga banyak orang yang membeli meja belajar untuk anaknya.

Namun, Zetiya mengeluh karena akhir-akhir ini omset penjualannya menurun, hanya sekitar Rp 10 jutaan perbulan.

Padahal, kata dia, pada awal mulai usahanya, dia bisa memperoleh omset sekitar Rp 24 juta sebulan.

“Penjualan mulai sepi di 2 bulan terakhir, padahal pada awal-awal buka kemaren lumayan banyak pembelinya,” ungkapnya.

Zetiya mengaku tidak mengetahui penyebab pasti penjualannya menurun. Namun dia menduga hal itu disebakan menurunya juga pembelian rak bunga dan meja belajar.(Mg2)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*