Jokowi Realistis Soal Upah Minimum

JAKARTA – Dewan Pengupahan DKI Jakarta kembali menggelar rapat untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, Selasa (13/11) hari ini di Balai Kota. Selama ini, pembahasan UMP berjalan alot akibat sulitnya mencari titik temu antara pihak pengusaha dan buruh.
Menanggapi polemik upah ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya bersikap realistis. Karena itu, Jokowi berharap keputusan mengenai UMP harus menguntungkan kedua belah pihak.

“Kalau saya prinsip asal semua jalan. Misalnya kita tetapkan sebesar Rp2 juta, tapi berakibat perusahaan gak jalan. Terus harus tutup gimana? Rugi semua dong,” kata Jokowi di Balai Kota, Selasa (13/11)

Sementara itu, ratusan buruh rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMP di depan Balai Kota DKI. Mereka hendak menuntut UMP sebesar Rp2,7 juta.

Jokowi mengaku tidak terganggu dengan rencana aksi unjuk rasa di depan kantornya. Namun, ia minta para buruh bersabar dan berjanji bahwa UMP  akan menguntungkan seeluruh pihak.

“Ya, nggak apa-apa, demo aja kan itu hak dari serikat. Sekarang masih hitung-hitungan supaya win-win, minggu inilah, kalau enggak ya minggu depan (keputusan UMP),” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Dwi Untoro mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan jumlah UMP diatas nilai KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Sedangkan, nilai KHL, yang baru saja ditetapkan bulan lalu, untuk wilayah jakarta adalah sebesar Rp1.976.800

“2011, 92 persen dari KHL, tahun ini diusahakan 102 persen. Insyaallah kita upaya ke situ ya,” ujarnya. (dil/jpnn)