Jokowi-JK Akan Diarak dengan Kereta Kencana

gghjkl

JAKARTA, BE – Gabungan relawan serta simpatisan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) bakal meramaikan hari pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang dengan pesta besar-besaran. Mereka akan mengadakan selamatan akbar dengan tajuk ’’Syukuran Rakyat Salam 3 Jari’’.
Pesta digelar mulai 17 Oktober dan berpuncak pada 20 Oktober nanti. Abdee Negara, gitaris Slank, menjadi ketua panitia kegiatan tersebut. Abdee menyatakan, pesta itu terbuka untuk umum. Hingga kini, pihaknya terus menerima masukan dan pendaftaran dari masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penyambutan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden baru.
’’Partisipasi ini banyak bentuknya. Mulai parade, kirab, panggung hiburan, pasar rakyat, makan bakso dan siomay gratis, serta berbagai macam kegiatan lainnya. Berbagai kegiatan itu coba kami satukan dalam satu rangkaian yang bermakna dan mempunyai arti buat kita dan bangsa Indonesia,’’ jelas Abdee.
Syukuran akbar tersebut akan dipusatkan di Jakarta. Ada tiga titik konsentrasi massa, yaitu bundaran Hotel Indonesia (HI), lapangan Monumen Nasional (Monas), dan Istana Negara. Meski acara diklaim berlangsung besar-besaran dan bakal mengerahkan ribuan relawan serta simpatisan ke jalan, Abdee menyatakan telah memperoleh izin dari pemerintah dan kepolisian.
’’Panitia syukuran telah berkoordinasi dengan rumah tangga istana, Paspampres, Pemda DKI, Sekjen MPR, dan Polri demi memperlancar jalannya kegiatan. Kami sudah mengantongi izin dari kepolisian untuk titik-titik itu. Kalau untuk di DPR, izinnya tidak keluar,’’ ujarnya. Jokowi akan diarak menuju istana dengan kereta kencana.
Abdee menambahkan, kegiatan tersebut juga bakal diadakan di sejumlah kota besar di seluruh Indonesia seperti Sabang, Banda Aceh, Medan, Bandung, Surabaya, Denpasar, hingga Merauke. ’’Kami mengajak untuk menyambut pemimpin baru Indonesia sebagai presiden seluruh rakyat Indonesia dengan penuh optimisme dan kerja keras,’’ tuturnya.
Slank juga tidak tertinggal meramaikan kegiatan tersebut. Beserta deretan artis dan musisi nasional papan atas, mereka akan menggoyang Jakarta. ’’Panggungnya nanti ada di sisi utara Monas menghadap ke istana. Panggungnya akan diisi musik dan panggung budaya lainnya. Sampai saat ini rencananya ada dua panggung,’’ jelasnya.
Jokowi diagendakan naik ke atas panggung untuk memberikan pidato pertamanya sebagai presiden di depan rakyat Indonesia. ’’Jokowi juga akan menyapa masyarakat di delapan kota besar melalui teleconference,’’ ucap Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto yang juga tergabung dalam panitia syukuran akbar.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah mempersiapkan upacara pisah sambut bagi Jokowi di kompleks Istana Presiden pada 20 Oktober nanti. Upacara tersebut belum pernah ada sebelumnya. Karena itu, SBY, tampaknya, ingin mempersiapkan acara tersebut sebaik-baiknya.
Menko Polhukam Djoko Suyanto menuturkan, pihak SBY dan Jokowi telah mengadakan pembicaraan terkait dengan upacara pisah sambut itu. ’’Kami sudah membicarakan mekanisme saat penyambutan Pak Jokowi di istana,’’ katanya di kompleks Istana Presiden kemarin.
Selain upacara penyambutan, SBY akan memperkenalkan para staf rumah tangga kepada Jokowi setelah upacara. Agar acara berjalan lancar, bakal diadakan geladi bersih sehari sebelumnya.
Di sisi lain, Polri meningkatkan pengamanan pada empat hari menjelang pelantikan Jokowi-JK. Personel pengamanan ditambah menjadi 24.800 orang dari sebelumnya 20 ribu personel.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Putut Eko Bayuseno menuturkan, pengamanan tersebut akan dilakukan gabungan 10 polda. Yakni, Polda Metro Jaya, Aceh, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Para personel dari daerah akan tiba di ibu kota mulai 17 Oktober. Dalam pengamanan nanti, lanjut dia, para personel tidak dibekali senjata berpeluru tajam.
Selain itu, Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) bersama intelijen telah melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Hingga kini, tidak ada laporan ancaman gangguan. ’’Belum ada laporan. Semoga nihil,’’ ungkapnya.

Hindari Spekulasi
Aparat keamanan sudah menyiapkan pengamanan untuk prosesi pengambilan sumpah Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di sidang paripurna MPR pada 20 Oktober nanti.  Badan Intelijen Negara (BIN) pun mengingatkan pimpinan MPR agar benar-benar siap memimpin prosesi pengambilan sumpah terhadap duet yang dikenal dengan sebutan Jokowi-JK itu.
Menurut Kepala BIN, Marciano Norman, untuk masa-masa seperti ini justru yang perlu mendapat atensi dan tak boleh diabaikan adalah kesiapan Ketua dan Wakil Ketua MPR. Misalnya, pimpinan MPR jangan sampai terlambat datang ke sidang paripurna, karena khawatir isu yang berkembang akan bermacam-macam.
“Sampai Bapak (pimpinan MPR, red) terlambat sedikit pada hari itu, nanti isunya macam-macam,” kata Marciano saat rapat bersama pimpinan MPR, Kapolri, Panglima TNI, terkait persiapan pelantikan Jokowi-JK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10).
Karenanya Marciano meminta Ketua dan Wakil Ketua MPR mengatur sedemikian rupa supaya pada 20 Oktober tidak datang terlambat. Selain itu, Marciano juga mengingatkan pimpinan MPR agar menjaga kesehatan supaya tidak sakit.
“Kita punya pengalaman, tidak bisa pimpin sidang karena sakit. Karena itu, jangan sakit karena itu bisa mengganggu jalannya rencana acara ini,” kata mantan Danpaspampres itu.
BIN, tegas Marciano, juga sudah berkoordinasi dengan mitra dari negara-negara yang pimpinannya akan hadir pada pelantikan Jokowi. BIN sudah memastikan kepada mereka bahwa Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya kondusif.
“Insya Allah kehadiran sahabat itu akan menambah semaraknya pelantikan presiden dan wakil presiden dalam arti positif, sehingga negara tetangga menyambut baik Kepala Negara Indonesia yang baru,” ungkap Marciano.
BIN akan terus menciptakan terus melakukan cipta kondisi dengan sebaik-baiknya. “Apabila ada hal sangat khusus berkaitan dgn rencana ini kami akan kontak Ketua dan Wakil Ketua,” ujarnya.
Ketua MPR Zulkifli yang dikonfirmasi usai rapat menyatakan bahwa kesehatan itu merupakan masalah penting. Ia memastikan pula pimpinan MPR tidak akan terlambat hadir. “Insya Allah,” singkat politisi PAN ini.

Perpisahan
Di bagian lain suasana meriah menyelimuti langit gedung Istora Senayan, kemarin. Ribuan masyarakat yang terdiri dari pengurus RT, RW, lurah, camat, wali kota hingga birokrat DKI itu menanti kehadiran presiden terpilih Jokowi. Pasalnya, pemenang pilpres 9 Juli lalu ini mengadakan acara perpisahan sekaligus silaturahmi akbar kepada masyarakat Jakarta untuk berpamitan berbelok ke istana.
Beberapa spanduk apresiatif terpasang di sudut gedung istora. KAMI SIAP MENDUKUNGMU MEMBANGUN JAKARTA BARU tulis salah satu spanduk romboongan Jakarta Barat. JASAMU UNTUK JAKARTAKU AKAN SELALU DI KALBU tulis yang lainnya.
Tepat pukul 13.00 WIB, yang dinanti pun tiba didampingi Istri  Iriana Widodo, Basuki Tjahya Purnama dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Tak pelak, suasana makin pecah dengan riuh tepuk tangan warga yang menyambut.
Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan menyaksikan penampilan tari kreasi rancak Betawi, Jokowi akhirnya naik ke panggung untuk menyampaikan kata perpisahan.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dalam saya mengemban tugas sampai hari ini, pas dua tahun. Saya hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan dan punya sedikit kelebihan,” kata Jokowi memulai pidatonya.
Dengan terbata, Jokowi mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Karena itu, Jokowi berjanji akan turut bertanggungjawab atas problem yang masih caruk maruk di Jakarta.
“Kita tidak ingin Jakarta dianggap sepele oleh kota-kota yang lain, oleh negara lain. Setiap problem pasti ada jalan keluarnya. Ini hanya soal waktu untuk kita selesaikan. Untuk Wafuk Ciawi nanti akan saya dorong lewat Kementrian PU,” ujarnya.
“Saya yakin dengan gubernur baru, Pak Insinyur Basuki Tjahaja Purnama nantinya dengan didukung oleh pemerintah pusat, kecepatan pembangunan di DKI Jakarta akan lebih cepat lagi,” sambungnya kemudian.
Pasalnya, terang Jokowi beberapa masalah Jakarta saat ini tidak bisa selesai dengan pemda DKI secara mandiri. Banyak masalah yang harus diselesaikan bersama dengan pusat. Dicontohkannya masalah transportasi, masalah banjir, dan lain sebagainya.
“Masalah waduk Ciawi, selama ini tidak selasai karena ada masalah komunikasi dengan pemerintahan pusat. Apabila sudah dilantik dan Pak Basuki Tjahaja Purnama juga sudah bekerja, saya yakin bersama-sama bisa mempercepat pembangunan di DKI Jakarta,” janjinya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengajak warga Jakarta untuk mendukung Ahok sebagai gubernur baru. Dikatakannya, Ahok memang keras dalam kata namun hati Ahok sebenar lembut tak sepedas ucapannya.
“Hatinya sangat lembut. Kalau ada yang datang kemudian nangis, langsung terenyuh dan langsung diberi. Bener itu. Nangis-nangis pulang pasti langsung diberi uang saku. Ada jalan rusak, di RT mana misalnya, pake nangis mintanya, besoknya langsung diperbaiki,” jelas Jokowi disambut dengan tawa hadirin.
“Benar lho. Kalau saya belum tentu. Itu bedanya Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama. Kalau bekerja sama, pagi siang malam, selalu bekerja keras,” jelasnya lagi, membuat Ahok menjadi tersipu.
Ahok yang mendampingi Jokowi akhirnya ikut angkat suara. Selain mengucapkan selamat kepada presiden ke-7 itu, Ahok juga mengajak semua warga Jakarta untuk terus mendukung Jokowi di istana nantinya.
“Sejak dulu saya pesan ke Pak Jokowi ini, masalah Jakarta tidak akan selesai jika bapak (Jokowi-red) tidak menyebrang ke Merdeka (jadi presiden-red),” katanya.
Ahok mengaku baru mendengar ada presiden yang mengatakan Jakarta adalah tanggung jawab presiden. Selama ini, kata Ahok, belum ada presiden yang mengucapkan kata demikian. Karena itu, ia sangat yakin, Jakarta kedepan akan lebih maju lagi dari saat ini. Bahkan, dengan dilantiknya Jokowi jadi presiden, Ahok mengaku semakin pede untuk memimpin dan mengentaskan masalah Jakarta.
“Dulu saya dibacking oleh gubernur, lah sekarang yang membacking saya adalah presiden, kenapa saya harus takut, makanya sekarang saya tenang-tenang saja,” ucap Ahok dengan nada khasnya disambut gelak hadirin.
Bersama dengan Jokowi, Ahok mengaku banyak belajar. Terutama dalam mengontrol emosinya yang sering meledak sesaat. Bahkan, cara berpakaian pun sering meniru Jokowi.
“Pokoknya cuma makan yang kami tidak sama, dari postur kelihatan kan,” candanya lagi.
“Istri saya saja sering nanya gini, kok pake baju solo terus sih? Saya jawab, mau gimana lagi, pak Jokowi sering ngasih,” lanjutnya sambil tertawa.
Dalam kesempatan itu, ia turut mendoakan pula agar pelantikan Jokowi berjalan dengan baik. Pesannya, Jokowi jangan meninggalkan kantor dan rumah dulu sebelum tanggal 20. Usai tanggal 20, barulah ia akan ikut mengantarkan Jokowi ke dalam Istana.
“Kan saya juga ingin lihat istana,” selorohnya. (**)