Jokowi, Budi dan Buah Si Malakama

a_jokowi_1_JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) masih diselimuti dilema. Pria berusia 53 tahun ini sedang diuji kecerdasannya dalam membuat keputusan soal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Cercaan dan dukungan datang silih berganti menghampiri presiden Indonesia ke-7 ini. Silang pendapat soal calon Kapolri Komjen Budi Gunawan masih kusut. Budi, atau yang kondang disebut BG itu adalah calon tunggal Kapolri yang disodorkan presiden ke DPR.

Seperti diketahui, di masa jeda antara surat pengajuan BG ke DPR dengan drama fit and proper test di parlemen, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan BG sebagai tersangka. Mau tak mau, masalah menjadi runyam. Kubu BG juga sudah mengajukan praperadilan terhadap penetapannya sebagai tersangka.

Deretan tokoh bangsa diundang atau dimintakan pendapatnya oleh Jokowi. Namun hingga hari ini, Rabu (4/2), Jokowi belum memutuskan status Komjen BG. Mau dilantik atau tidak sebagai Kapolri?

Menurut peneliti dari IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, Jokowi harus mengusulkan nama calon Kapolri pengganti Budi Gunawan sebelum? ada hasil sidang praperadilan. Sebab jika sudah ada keputusan, maka akan menjadi buah si malakama bagi Jokowi.

“Akan lebih baik Jokowi mengusulkan nama lain pengganti calon Kapolri sebelum diumumkan hasil sidang praperadilan,” tandas Pangi, Selasa (3/2).

Kenapa bak buah si malakama, perumpamaan buah yang baik dimakan maupun tidak menyebabkan bencana? “Kalau sudah selesai sidang praperadilan bisa buah si malakama buat Jokowi. Dilantik kena (masalah lagi), enggak dilantik kena. Maju mundur dapat getahnya,” ujar Pangi.

?Sidang praperadilan yang diajukan permohonannya oleh Budi Gunawan sudah dimulai pada Senin (2/2). Namun, sidang tersebut ditunda sampai Senin (9/2).

Itu berarti jika menuruti kata Pangi dan sejumlah pendapat sejenis lainnya, Jokowi seharusnya sudah membuat keputusan cerdas dan strategis sebelum putusan praperadilan ketok palu.(gil/adk/jpnn?)