Jokowi-Amin VS Prabowo-Sandi di Bengkulu

Pemilih Dinamis, Dukungan Sama Kuat

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pemilihan presiden dan wakil presiden tinggal hitungan hari lagi. Pada 17 April 2019 nanti, masyarakat harus menentukan pilihan, antara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi yang akan memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Lalu, bagaimana kekuatan dua pasang kandidat itu di Bengkulu dilihat dari karakteristik pemilih ?

Pengamat politik Universitas Bengkulu (UNIB), Drs Azhar Marwan MSi mengatakan, Bengkulu memiliki masyarakat sebagai pemilih yang unik dan heroik. Karekter pemilih di Bengkulu tidak permanen. Sehingga bisa saja, pilihaan itu berubah-ubah. “Peta politik di Bengkulu sulit untuk dibuat prediksi. Dinamika politik di Bengkulu hidup dan berubah-ubah,” terang Azhar, kepada Bengkulu Ekspress.

Jika belajar dari pemilu tahun 2014 lalu, Capres dan Cawapres nomor urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla (JK) sebagai pemenangnya di Provinsi Bengkulu. Dari perolehan suara, Jokowi-JK menguasai atau unggul di 8 kabupaten/kota, dari 10 kabupaten/kota yang ada, yaitu sebanyak 523.669 suara. Sedangkan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Prabowo-Hatta mengantongi 433.173 suara.

Jokowi-JK menggungguli pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 90.496 suara. Hasil tersebut, menurut Azhar, tidak bisa bisa menjadi patokan hasil pemilu pada 17 April mendatang. Apalagi strategi politik yang dilakukan juga berubah-ubah. “Tidak ada yang bisa klaim suara di Bengkulu. Karena suaranya tidak ada yang permanen,” terangnya.

Apalagi dukungan dari kepala daerah, menurut Azhar hal tersebut juga tidak bisa ditentukan. Karena suara itu ada ditangan masyarakat sepenuhnya. Apalagi kondisi saat ini, hanya adu dua capres yang bertarung untuk menduduki kursi nomor 1 di Negara Indonesia. “Tidak bisa kita komperatifkan dukungan dari kepala daerah. Karena yang memilih itu masyarakat,” ujarnya.

Apalagi kekuatan dari elit parpol ataupun elit lainya, hal tersebut juga tidak bisa mempengaruhi masyarakat. Karena masyarakat saat ini sudah pintar, untuk menentukan pilihaan, tanpa harus diintervensi. “Yang menentukan suara TPS itu, ialah masyarakat. Suara rakyat itu suara tuhan, bukan suara partai atau petinggi pemerintaan,” tegas Azhar.

Bengkulu menurut Azhar, yang memiliki 1,3 juta pemilih itu, sangat menentukan suara untuk capres. Bengkulu tidak bisa dianggap enteng untuk masing-masing capres, karena saat ini satu suara itu sangat menentukan kemenangan. “Bengkulu tidak bisa dianggap enteng dan remeh. Karena suara masyarakat Bengkulu menentukan kemenangan,” tegasnya.

Jokowi-Amin sendiri diusung sembilan partai, yakni PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, PKB, PPP, PKPI, PSI, dan Perindo. Lalu untuk capres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diusung empat parpol, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Untuk di Bengkulu dua capres dan cawapres ini memiliki kekuatan berbeda-beda. Jika 01 didukung oleh mayoritas kepala daerah (kada) di Bengkulu, mulai dari Gubernur dan semua Bupati. Hanya saja, satu Walikota Bengkulu tidak memberikan dukungan ke 01.

Untuk capres dan cawapres 02 sendiri, kekuatannya tidak lagi diragukan. Bengkulu memiliki kuatan empat parpol yaitu Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Belum lagi simpatisan, capres dan cawapres 02 yang berasal dari semua kalangan. Terbukti, kedatangan capres 02 ke Bengkulu 14 Maret lalu, ribuan orang sebagai pendukung menyabut Prabowo datang ke bumi Rafflesia.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah Probowo-Sandi di Provinsi Bengkulu, Brigjen TNI (Pur) H Iskandar Ramis SSos Msi mengatakan, target kemenangan Prabowo-Sandi itu sampai 60 persen. Target tersebut diyakini akan mampu dilakukan. Melihat, kesolitian semua pendukung sampai dengan parpol pendukung saat ini.”Target kita bisa sampai 60 persen menang,” ungkap Iskandar.

Untuk itu, semua tim harus saling kompak dan terus bergerak. Agar masyarakat benar-benar bisa memilih Prabowo-Sandi dalam pemilu 17 April mendatang. Termasuk untuk tidak salah terpecah belah. “Jangan ada yang pecah, kita kompak untuk menang,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Tim Kemenangan Jokowi-Amin di Provinsi Bengkulu, Muslihan DS mengatakan, target kemenangan Jokowi-Amin di Provinsi Bengkulu suaranya sampai 55 persen lebih. “Target kita 55 persen, sangat optimis,” terang Muslihan.

Dijelaskan, target itu telah disampaikan kepada Tim Kemenangan di pusat. Sehingga Bengkulu sangat optimis suara dikuasai oleh Jokowi-Amin. “Sudah saya laporkan ke pusat,” imbuhnya. Untuk mencapai target itu, pihaknya bersama jaringan keluarga, jaringan relawan hingga partai politik pengusung dan pendukung terus bergerak sampai ke semua lapisan masyarakat. “Kita akan terus bergerak. Jokowi-Ma’aruf Amin bisa menang di Bengkulu,” tutup Muslihan. (151)