John Irwansyah Kembali Pimpin, Gapki Bengkulu

YouTube video

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Berdasarkan musyawarah yang dilakukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), John Irwansyah Siregar kembali diberi amanah menjabat Ketua Gapki Cabang Bengkulu periode 2019-2024.  John Irwansyah Siregar akan membantu Pemerintah dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai dengan mendirikan Terminal Curah Cair (TCC) untuk CPO serta mendorong masyarakat di Bengkulu untuk mengikuti program peremajaan perkebunan kelapa sawit (replanting).

“Pada 18 November 2016 lalu, Gapki dan Pelindo II Bengkulu telah melakukan MoU tentang kerjasama pembangunan dan pengoperasian TCC,” kata Irwan usai Musyawarah Cabang II dan Pelantikan Pengurus Gapki di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (10/4).

Dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut, diharapkan distribusi CPO baik di lokal maupun ekspor dapat dilakukan melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Hal ini dilakukan mengingat produksi CPO Bengkulu yang cukup tinggi, dimana pada 2018 lalu sebanyak 441.000 MT dari 984.340 MT berhasil diekspor melalui pelabuhan terbesar di Bengkulu ini. Sementara sisanya diekspor melalui pelabuhan provinsi tetangga.  “Kalau Bengkulu sudah ada TCC, maka nanti ekspor CPO cukup melalui Bengkulu, tidak perlu lewat pelabuhan lain,” ujar John.

Untuk merealisasikan pembangunan TCC tersebut, Gapki cabang Bengkulu kembali melakukan kerjasama dengan salah satu anak perusahaan PT Pelindo II yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini dilakukan agar rencana pembangunan TCC nantinya bisa terintegrasi dengan Pelabuhan Pulau Baai. “Kita harapkan dengan adanya penandatanganan Head of Agreement ini, TCC ditargetkan selesai dibangun pada 2020 mendatang,” ungkap John.
Tidak hanya itu, Gapki juga akan mendorong masyarakat untuk mengikuti program replanting dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan sawit.

Hal ini mengingat luas perkebunan rakyat yang ada di Bengkulu mencapai 65,6 persen atau 248.817 Ha. “Sampai saat ini belum ada masyarakat yang ikut replanting, padahal Bengkulu ditargetkan 7 ribu Ha bisa ikut program ini, kita akan dorong masyarakat untuk mengikuti program ini,” imbuh John. Dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti program replanting, maka diharapkan produktivitas kelapa sawit di Bengkulu semakin tinggi. Sehingga Bengkulu dapat mengembangkan industri hilir dari Kelapa Sawit seperti pembangunan pabrik minyak goreng dan berbagai produk turunan lainnya.

“Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan penjualan CPO keluar Provinsi Bengkulu dan akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta pendapatan daerah,” tutupnya. Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, pihaknya berharap Gapki dapat mendorong masyarakat untuk mengikuti program replanting. Karena hingga kini program replanting masih minim.

Padahal dengan menjalankan program ini maka produktivitas kelapa sawit akan semakin tinggi. “Kalau komoditas sawit produktivitasnya tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Bengkulu juga akan terdorong dan pendapatan masyarakat juga meningkat,” tutur Rohidin. Selain itu, pihaknya juga mendorong Gapki cabang Bengkulu tidak hanya memproduksi CPO, akan tetapi dapat mendorong pembangunan industri turunan dari CPO. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta penyerapan tenaga kerja.

“Peran Gapki jangan hanya memproduksi CPO, tetapi harus juga bisa memproduksi turunannya,” tutup Rohidin.

Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bengkulu karena terus konsen dan peduli terhadap keberlangsungan industri kelapa sawit. Apalagi industri kelapa sawit saat ini memiliki peran yang cukup strategis dalam mendukung pembangunan Indonesia. “Sawit bagus di Bengkulu, ekonomi Bengkulu juga bagus pada tahun lalu berkat kelapa sawit, kami mohon kepada Gubernur untuk terus mensupport program yang dilakukan Gapki di Bengkulu,” tutupnya.

Renovasi Gor dan  Stadion Semarak

Di sisi lain, Gapki cabang Bengkulu mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X di Provinsi Bengkulu pada 3-9 November 2019 mendatang. Bentuk dukungan yang diberikan yaitu menyalurkan dana CSR perusahaan kelapa sawit untuk merenovasi Gedung Pemuda dan Olahraga (GOR) dan Kawasan Stadion Semarak Bengkulu.



Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengucapkan banyak terimakasih kepada Gapki Bengkulu karena tidak hanya berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi ikut mensukseskan pelaksanaan Porwil X yang akan diselenggarakan di Provinsi Bengkulu. “Kita berterimakasih kepada Gapki karena berkat bantuan Pak John dan kawan-kawan, bisa merenovasi venue untuk Porwil mendatang,” kata Rohidin, Rabu (10/4).

Ia berharap Gapki bisa membuat prasasti di depan bangunan GOR ataupun Stadion Semarak Bengkulu setelah renovasi yang dilakukan selesai. Sehingga banyak masyarakat mengetahui bahwa Gapki cabang Bengkulu peduli terhadap suksesnya penyelenggaraan Porwil di Bengkulu. “Silakan kalau Gapki mau buat sejarah prasasti di sana, sehingga nanti masyarakat tau kalau pengusaha sawit itu tidak hanya mengambil untung dari kebun sawit, tetapi ikut membantu Pemerintah dan Bengkulu,” tutur Rohidin.

Sementara itu, Ketua Gapki cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar mengatakan, bantuan untuk renovasi tersebut diberikan oleh Gapki dari dana CSR Perusahaan Kelapa Sawit di Bengkulu. Ia berharap dengan dana tersebut beberapa venue untuk perhelatan Porwil bisa sukses digelar. “Porwil itu salah satu event terbesar di Sumatera, kita tidak mau event ini gagal dilaksanakan gara-gara beberapa venue banyak yang tidak siap,” ujar John.

Terkait berapa besaran dana CSR yang diberikan oleh perusahaan kelapa sawit di Bengkulu, John mengaku belum mendapatkan rincian tersebut. Rincian dana CSR yang diberikan oleh perusahaan kelapa sawit untuk renovasi kedua venue tersebut berada dibawah kewenangan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. “Untuk besaran Dana CSRnya saya belum tau, silahkan tanyakan ke Dinas PUPR,” tutupnya.(999)