JNE Prediksi Lonjakan Pengiriman Paket Jelang Lebaran Capai 40%

Foto/iman bengkuluekspress.com Para kurir PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), yang disibukkan dengan meningkatnya paket jelang lebaran 2018.
Foto/iman bengkuluekspress.com Para kurir PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), yang disibukkan dengan meningkatnya paket jelang lebaran 2018.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Selama Ramadan hingga Idul Fitri, aktivitas pengiriman barang lewat jasa logistik cenderung mengalami peningkatan. Hal ini juga dialami salah satu perusahaan logistik besar di tanah air, JNE. Perusahaan ini memperkirakan ada kenaikan 40 persen pengiriman menjelang musim Lebaran 2018.

Branch Manager JNE, Deni Marlian melalui Marketing Eksekutif JNE, Novan Setiawan mengatakan, berkaca dari tahun sebelumnya, puncak lonjakan pengiriman paket biasanya terjadi seminggu sebelum lebaran.

“Tingkat lonjakan pengiriman bisa sampai 40 persen. Itu terjadi seminggu sebelum lebaran. Namun untuk saat ini, lonjakan tersebut sudah terasa di minggu kedua bulan Ramadan,” terangnya ketika ditemui bengkuluekspress.com di kantor JNE Bengkulu dikawasan jalan Flamboyan Kota Bengkulu, Jumat (25/5/18).

Jika dihari biasa pengiriman paket hanya berkisar 120 koli (karung) paket , di bulan Ramadan menjelang lebaran pengiriman paket bisa sampai 180 koli per 1 kali kedatangan mobil barang JNE.

Dalam setiap harinya, ada 4 kali mobil JNE yang membawa paket dari seluruh Indonesia diturunkan di kantor JNE Bengkulu, sebelum diantar para kurir ke alamat masing-masing paket. Artinya, dalam sehari di bulan Ramadan atau menjelang lebaran ada kenaikan sebanyak 240 paket pengguna jasa pengiriman logistik ini.

Novan menambahkan, lonjakan pengiriman paket ini didominasi jenis barang yang diperjual belikan melalui online. Yakni berupa parsel buah, kue, baju, dan lain-lain. Mengingat para pengusahan mikro, kecil dan menengah (UMKM) seperti pedagang online sudah menjamur di Indonesia.

Sebagai dukungan kepada pelaku Usaha UMKM, sebenarnya JNE sudah memiliki program khusus untuk memfasilitasi sarana pemasaran produk UMKM yang mereka buat. Namun diakui Novan, untuk saat ini belum dapat direalisasikan. (Imn)