JK, Mahfud, Dahlan Pemimpin Tegas

jk_dahlanMAKASSAR — Tiga tokoh nasional yang disebut-sebut memiliki kualitas menjadi presiden pada pemilu 2014 mendatang, memiliki profile sebagai pemimpin yang empat dan tegas.

Ketiganya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan wapres RI Jusuf Kalla (JK), dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ketiga tokoh yang masuk lima besar survei opinion leader Lembaga Survei Indonesia (LSI), dinilai memiliki komitmen dan rela berkorban untuk rakyat.

Penilaian itu disampaikan Ketua KPK, Abraham Samad saat diminta memberi tanggapan terhadap tiga tokoh ini sebagai calon presiden dalam acara talk show Mata Najwa, bertema Pemimpin Bernyali di Aula AP Pettarani, Jumat, 21 Desember. Kebetulan, dalam acara ini isu mengenai capres juga sempat disinggung diakhir kegiatan.

“Tiga orang ini saya antar saja jadi presiden. JK, Mahfud, dan Dahlan adalah profile pemimpin empati dan tegas terhadap ketidakbenaran. Kita lihat pemimpin yang cukup memberi inspiratif seperti Ahmadi Nejab (Presiden Iran). Dia rela berkorban ketika Iran diembargo dengan menjual mobilnya untuk biayai rakyatnya. Saya percaya ketiga tokoh ini rela berkorban untuk rakyat,” jelas Abraham seperti dilansir FAJAR (JPNN Group), Sabtu (22/12).

Dalam talkshow ini, Najwa Shihab sempat menggiring ketiga tokoh ini bicara mengenai capres. JK yang diberi kesempatan pertama menyatakan jabatan presiden bukan menjadi pokok tapi yang pokok adalah kesempatan majukan negara yang paling utama. Namun siapa pun tokoh ketika dibutuhkan menjadi pemimpin harus bersedia kalau diinginkan masyarakat.

Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang kaya, bisa maju jika potensinya dimanfaatkan sebaik-baiknya, bahkan bisa maju seperti Cina. Kondisi bangsa yang begitu kompleks dan perlu penyelesaian menjadi alasan JK siap jadi capres jika dibutuhkan. “Keadaan negara kita tahu solusinya, cuma tidak punya kesempatan. Sehingga kadang kita juga gemas,” kata JK.

Adapun Mahfud MD yang berada di urut teratas capres berkualitas mengakui kalau sejumlah pimpinan partai politik ada yang lamar. “Tapi dilamar dalam arti resmi tidak ada. Kalau ditemui atau diajak bicara oleh pimpinan partai banyak. Tapi kan itu tidak resmi yang namanya dilamar itu tentu melibatkan semua elemennya,” kata Mahfud.

Kendati bidikan pimpinan parpol terkait pencapresan itu banyak yang muncul, Mahfud mengaku tetap harus tahu diri. Terhadap pengelolaan bangsa yang saat ini masih banyak masalah, Mahfud menilai banyak paradigma yang salah di tengah masyarakat termasuk elit pemerintahan.

“Yang salah dalam negeri ini karena anggap pekerjaan kita terkota-kotak. Paradigma yang salah seperti ini saya kira harus kita tinggalkan,” kata Mahfud.

Adapun Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga mengaku sering gemes melihat berbagai persoalan bangsa di negeri ini. Karena itu, harus ada mimpi untuk membawa bangsa ini lebih cepat maju. “Kita mau Indonesia paling depan. Pemimpin saya harus punya ideologi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Dahlan.

Dahlan mengaku cara-cara JK dalam mengambil keputusan selalu dia tiru. Dia juga mengaku paling takut soal sosok yang bisa menggantikan Mahfud MD sebagai ketua MK mendatang. “Saya paling takut siapa penggantinya. Mahfud itu punya logika yang kuat. Pak JK dan Mahfud ini bisa menjadi pemimpin yang baik,” kata Dahlan.

Menteri BUMN ini bahkan melihat sosok JK jika dipaketkan dengan Mahfud MD akan lebih ideal, tidak peduli siapa yang harus tampil sebagai capres dan cawapres di antara keduanya. (sah)