Jika Kesurupan Lagi, Sekolah “Angkat Tangan”

KOTA BINTUHAN, BE- Rapat evaluasi wali murid SMPN 1 Maje dengan tokoh masyarakat dan dewan guru membahas peristiwa kesurupan siswa yang dialami selama ini, bila kejadian tersebut masih terulang. Pihak sekolah menyatakan angkat tangan (menyerah). Kebijakan selanjutnya diserahkan kepada
Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dispenbud) Kaur.

“Jika besok (hari ini), siswa kembali melaksanakan kegiatan belajar, tapi masih kesurupan lagi, maka pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada Dispenbud,” ujar Kepala Sekolah SMPN 1 Maje Edi Supriyatno MTpd, kemarin.

Sebab, pihak sekolah sudah sangat maksimal melakukan pengusiran terhadap jin. Bahkan, mendatangkan paranormal dari daerah lain. Jika tidak bisa diatasi,  maka kegiatan belajar mengajar akan tertinggal. Kejadian ini akan merugikan siswa itu sendiri. “Jika dihitung selama satu bulan hanya 1 minggu belajar, sedangkan 3 minggu libur disibukkan dengan kejadian kesurupan yang menyebabkan diliburkannya pihak sekolah,” katanya.

Ia mengatakan pihak sekolah sudah melakukan berbagai macam upaya untuk mengusir jin yang mengganggu disekolahnya, baik dengan cara menggelar Yasinan serta ritual. Hasilnya masih dinilai masih belum memuaskan. Perjuangan mendatangkan orang paranormal sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dari Gunung Dempo, Pagar Alam dan Jawa Timur. “Kita lihat hari selanjutnya, apakah masih ada kesurupan,” katanya.

Terpisah, Kadispenbud Kaur M Daud Abdullah SPd melalui Kabid Kebudayaan Tanawi SPd, mengatakan akan memberikan solusi. Terutama siswa harus dibentengi dengan iman yakni sholat dan mengaji mulai.  “Sejak dini perlu dihidupkan. Saya yakin jin dan setan takut dengan ayat-ayat AlQur’an. Karena mereka bisa kesurupan karena imanya lemah,” katanya.

Ia meminta agar pihak sekolah melakukan salat berjamaah. Selain itu, orang tua agar membiasakan anak-anaknya melaksanakan Salat dan mengaji. Dengan meningkatkan pemahaman agama, sehingga dapat mengatasi persoalan yang selama ini dialami. “kejadian ini menjadi instropeksi kita semua, ” katanya.(823)