Jika Bengkulu Selatan Gagal, Dialihkan ke Mukomuko

Program Cetak Sawah

Dandim 0408 BS, Letkol Inf Ricky Bm Simarmata
Dandim 0408 BS, Letkol Inf Ricky Bm Simarmata

KOTA MANNA, BE – Program cetak sawah di Bengkulu Selatan (BS) tahun ini direncanakan sebanyak 500 hektar. Namun Pemda BS yang hanya akan mencetak sawah kurang dari 200 hektar atau hanya sekitar 140 hektar di Desa Keban Jati, Ulu Manna tahun 2017 ini. Dengan hanya 140 hektar saja yang dicetak, maka sisanya seluas 360 hektar direncanakan akan dialihkan ke Kabupaten Muko-muko.

“Kalau memang nanti BS hanya mampu mencetak 140 hektar saja, sisanya oleh Danrem akan dialihkan ke Mukomuko atau juga ke Bengkulu Utara,” kata Dandim 0408 BS, Letkol Inf Ricky Bm Simarmata saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (3/3).

Menurut Ricky, tahun 2017 ini target cetak sawah dari Pemerintah pusat di Provinsi Bengkulu seluas 2000 hektar dengan rincian 1500 hektar di Kabupaten Mukomuko dan 500 hektar di BS. Sehingga, jika hanya 140 hektar saja yang mampu dicetak Pemda BS, maka sisanya dialihkan ke daerah lain. Bahkan sambung Ricky saat ini selain Mukomuko Kabupaten Bengkulu Utraa juga sudah mengajukan usulan agar di daerah mereka juga dimasukkan program cetak sawah.

“Kalau gagal kan rugi, tidak mengapa dicetak di daerah lain asal target 2000 hektar tercapai,” ujarnya.

Namun demikian, sambung Ricky, kepastian mengalihkan cetak sawah tersebut ke daerah lain, menunggu kepastian dari Pemda BS apakah mereka hanya mampu mencetak 140 hektar saja atau akan mencetak hingga 500 hektar.

“Untuk kepastiannya menunggu keterangan dari Pemda BS, sehingga setelah mereka benar-benar hanya akan mencetak 140 hektar saja, maka sisanya baru dipindahkan ke daerah lain,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian BS, Darmawansyah SE mengatakan program cetak sawah baru di BS seluas 500 hektar pada tahun 2017 ini. Hanya saja, untuk melaksanakan cetak sawah baru harus didukung dengan adanya saluran irigasi. Sedangkan tahun ini anggaran untuk cetak sawah hanya Rp 2,9 Miliar. Padahal yang dibutuhkan sekitar Rp 7,8 Miliar. Sehingga dengan dana yang ada tersebut, diperkirakan hanya mampu mencetak sekitar 140 hektar saja di Desa Keban Jati Ulu Manna.

“ Untuk mencetak sawah harus ada irigasinya, kami sudah hitung dana yang dibutuhkan untuk membangun irigasi pada lokasi cetak sawah seluas 500 hektar sekitar Rp 7,8 Miliar, sedangkan dana yang ada hanya Rp 2,9 Miliar,” ujarnya.

Namun demikian, Darmawansyah mengaku, kekurangan dana tersebut, dirinya berharap dapat dianggarkan pada APBD Perubahan BS 2017. Sehingga ke-500 hektar rencana cetak sawah tersebut bisa direalisasikan semuanya di BS.

“Harapan kami ke-500 hektar rencana cetak sawah itu bisa di BS, sehingga kami berharap kekurangan dana untuk pembangunan irigasi bisa dianggarkan pada APBDP 2017,” ujar Darmawansyah. (369)