Jet Pribadinya Kecelakaan, CEO Total Tewas

074240_933787_Christophe_de_Margerie_dlMOSKOW – CEO perusahaan minyak Total di Prancis Christophe de Margerie, 63, tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat Senin (20/10) jelang tengah malam.

Jet pribadi yang dia tumpangi bertabrakan dengan mobil pembersih salju di Bandara Internasional Vnukovo, Moskow, Rusia. Tiga kru di dalam pesawat juga ikut menemui ajal di lokasi kejadian.

“Prancis kehilangan pemimpin bisnis yang luar biasa. Seseorang yang mengubah Total menjadi perusahaan raksasa dunia. Prancis kehilangan kapten industri dan juga seorang patriot,” ujar Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyampaikan ucapan dukacitanya.

Selama ini, De Margerie terkenal dekat dengan banyak pemimpin dunia. Termasuk di antaranya Presiden Prancis Francois Hollande dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat kejadian, De Margerie baru saja menghadiri pertemuan antara pemerintah Rusia dan investor asing di Gorki. Setelah pertemuan, dia ingin langsung pulang ke Prancis dengan menggunakan jet pribadinya.

Namun, ketika pesawat hendak lepas landas dari bandara tertua dan ketiga terbesar di Rusia yang biasa digunakan Presiden Vladimir Putin itu, truk pembersih salju menyeruduk serta mengakibatkan ledakan dan terbakarnya pesawat.

Berdasar hasil penyelidikan, saat itu jarak pandang di bandara cukup normal, yaitu 350 meter. Penyidik menyatakan, pada penyelidikan awal, ada tiga dugaan penyebab kecelakaan. Yaitu, sopir truk pembersih salju sedang mabuk, kesalahan pilot, maupun human error pihak pengontrol lalu lintas udara (ATC).

“Dari hasil penyelidikan disimpulkan bahwa (penyebabnya) sopir truk pembersih salju dalam kondisi mabuk,” ujar Komite Penyelidikan.

Namun, hasil penyelidikan tersebut dibantah pengacara si sopir yang menyatakan bahwa tudingan itu tidak masuk akal. Sebab, kliennya memiliki penyakit hati yang kronis. Jadi, dia tidak bisa minum alkohol sama sekali.

“Saudara-saudara dan dokternya bisa membuktikan hal ini. Pada saat kejadian, dia tidak mabuk,” tegas pengacara Alexander Karabanov.

Dia menambahkan, saat ini pengemudi yang tidak disebutkan namanya itu ditahan kepolisian untuk dimintai keterangan. Menurut Karabanov, sopir tersebut akan dijadikan kambing hitam pada kecelakaan itu sehingga orang lain yang terlibat bisa bebas.

“Kami tidak ingin tanggung jawab atas kecelakaan ini dilimpahkan begitu saja pada orang biasa,” ujarnya.

Sementara itu, kepergian De Margerie meninggalkan kekosongan di tubuh Total. Kumis yang lebat dan khas serta perilakunya yang sopan membuat De Mergerie menjadi salah seorang eksekutif perminyakan yang paling mudah dikenali.

Terlebih, Total merupakan perusahaan minyak terbesar kedua di Prancis dengan nilai perusahaan EUR 102 miliar (Rp 1.558 triliun).

Saat ini Total berada dalam masa sulit karena harga minyak dunia turun. Meski begitu, suksesi pengganti De Margerie tidak akan dilakukan tergesa-gesa. Kandidatnya adalah orang dalam perusahaan. Nama Philippe Boisseau mencuat sebagai pengganti. Posisinya saat ini adalah kepala divisi energi baru di Total. Selain Boisseau, nama Patrick Pouyanne ikut mencuat.

Dia adalah presiden di divisi penyulingan dan bahan kimia. Rencananya, perusahaan menggelar rapat para pemegang saham secepatnya untuk membahas hal tersebut. (Reuters/AFP/BBC/CNN/sha/c17/a mi)