Jerman ‘Kehilangan Kata-kata’

012412500_1530116742-20180627AP_Korea_vs_Jerman_03
(AP/Lee Jin-man)
Ekspresi pemain Korea, Ju Se-jong usai timnya mengalahkan Jerman pada laga grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rusia, (27/6/2018). Korea menang atas Jerman 2-0.

JUARA bertahan Jerman, kalah dramatis 2-0 dari Korea Selatan dalam laga pamungkas penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rabu (27/06). Kemenangan Korea Selatan diraih dari gol yang dicetak Young-Gwon Kim dan Heung-Min Son di masa perpanjangan waktu.

Dengan kekalahan ini, Jerman berada di posisi terbawah di Grup F, untuk pertama kali dalam sejarah. Inilah untuk pertama kali sejak 1938, Jerman atau Jerman Barat tak pernah melaju dari babak pertama Piala Dunia. Dua tim yang lolos dari Grup F adalah Swedia, yang berada di tempat teratas setelah menundukkan Meksiko 3-0. Cuitan federasi sepak bola Jerman menyebutkan mereka “kehilangan kata-kata” karena terjungkal dari turnamen dunia ini.

Apa yang terjadi di laga melawan Korea Selatan ini menghilangkan gol heroik Toni Kroos di laga melawan Swedia, yang membuka peluang untuk lolos ke babak 16 besar, setelah sebelumnya kalah dari Meksiko 1-0. Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018 oleh media di negara itu dianggap sebagai mimpi buruk yang menjadi kenyataan, seperti diangkat oleh Bild edisi online.

Kegagalan ini menurut wartawan sepak bola BBC, Archie Rhind-Tutt, akibat kesalahan pelatih Joachim Low.

“Tidak ada keseimbangan sama sekali dalam tim. Para pemain akan disalahkan, tapi kesalahan terbesar akan ditimpakan kepada Low. Mereka mungkin memandang rendah tim Korea Selatan,” kata Rhind-Tutt. ‘Saya tak pernah menghadapi pertandingan sempurna seperti ini.

Penjaga gawang Cho Hyun-woo mengatakan, “Saya tak pernah mengalami pertandingan sempurna seperti ini, sepanjang karir saya.” Sementara pelatih Shin Tae-yong mengatakan, “Saya merasa senang tapi merasa sedikit kosong.” “Kemarin saya mengatakan hanya ada 1% peluang dan saya katakan kepada pemain saya ini upaya terkahir dan saya minta untuk berjuang sampai akhir.” “Jerman adalah juara bertahan dan nomor satu di peringkat FIFA, jadi saya pikir apa kesalahan yang bisa dilakukan Jerman karena mereka mungkin merasa bisa mengalahkan kami. Itulah yang dipikir semua orang. Saya merasa dapat menggunakan itu sebagai strategi cadangan dan itu bisa terbukti,” katanya.

Di Grup F ini, Korea Selatan juga tersingkir tapi setidaknya mereka bisa berbangga mengalahkan juara bertahan dengan skor cukup meyakinkan. “Malam yang sangat pahit” Pemain bertahan Jerman Mats Hummels mengatakan kepada ZDF, “Ini malam yang sangat pahit bagi kami semua dan pendukung bola Jerman.”

“Situasi ini sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Kami tak mencetak gol walaupun kami punya banyak peluang, termasuk saya sendiri di menit ke-86. Saya harusnya mencetak gol dengan peluang seperti itu.

Mantan penyerang Chelsea, Chris Sutton, mengatakan dirinya tak mengira sama sekali Jerman akan tersisih. “Saya kira mereka bisa meneruskan momentum kemenangan atas Swedia. Tapi mereka mengawali pertandingan dengan lambat, permainan mereka kehilangan intensitas,” kata Sutton. (**)