Jerigen Bebas di SPBU Simpang Korem

CURUP, BE – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar mulai dimanfaatkan oleh para spekulan. Bahkan dengan terang-terangan petugas SPBU melayani pembelian BBM bersubsidi kepada konsumen menggunakan jerigen.
Seperti yang terjadi di SPBU Simpang Korem di Curup Kota, pihak SPBU tampaknya sengaja melayani pembelian menggunakan jerigen. Itu terlihat dari jalur khusus yang sengaja disediakan bagi pembeli menggunakan jerigen. Padahal di waktu yang bersamaan, antrean panjang kendaraan roda dua dan empat tetap terjadi.

Kondisi itu membuang antrian kendaraan yang ikut antre terpaksa tidak mendapatkan jatah BBM karena pasokan sudah keburu habis. Tak tanggung-tanggung, pembelian BBM menggunakan jerigen dilakukan dalam skala besar. Sekali membeli sekitar 3 hingga 4 jerigen. Bahkan, ada yang diangkut menggunakan motor dan mobil.

Bustami (48), warga Kelurahan Air Putih Baru dijumpai wartwan di lokasi SPBU Simpang Korem mengatakan, pembelian dengan jerigen dalam jumlah besar tersebut telah berlangsung sejak mencuatnya isu kelangkaan BBM yang terjadi dalam seminggu terakhir.

Seolah tidak ingin ketinggalan meraup keuntungan, pihak SPBU juga sengaja menaikan harga untuk pembelian dengan jerigen Kendati tak ditampik Bustami bahwa sebenarnya kondisi tersebut sudah berlangsung lama, meski pemerintah telah melarang SPBU menjual BBM menggunakan jerigen. Jika biasanya, pihak-pihak tertentu yang membeli BBM pakai jerigen beraksinya malam atau lebih tertutup. Berbeda dengan kondisi sekarang yang cukup terbuka. Bahkan pembeli jerigen seperti lebih diistimewakan dibanding pembeli BBM lainnya, karena mungkin membeli lebih mahal.

“Kita tidak tahu kenapa mereka dapat bebas beli BBM pakai jerigen. Di satu sisi kendaraan harus antre panjang, di sisi lain pembeli pakai jerigen leluasa mengisi di pompa tersendiri yang semestinya diperuntukkan untuk kendaraan,” keluh Bustami.

Serupa disampaikan oleh Ketua Badan Pemusyawarahan Desa (BPD) Tanjung Sanai I Kecamatan PUT, Nirwan Farazi. Ia menilai, petugas SPBU yang melayani penjualan kepada konsumen yang menggunakan jerigen merupakan pemandangan yang sangat biasa di lihat di SPBU Tanjung Sanai. “Di SPBU kami ini, hal itu terjadi setiap hari secara terbuka. Petugas SPBU tidak segan-segan untuk mengutamakan menjual BBM kepada pembeli yang makai jerigen. Bahkan, jumlah yang dijual tidak sedikit, melainkan hingga ratusan liter,” ujar Nirwan.

Terkait kondisi itu Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop, UKM dan Perindag) RL, Drs. Muradi melalui Kabid Perdagangan, Hasmir SH MH ketika dikonfirmasi menegaskan, pembelian menggunakan jerigen memang tidak dibenarkan. “Kami akan melakukan pemantauan langsung. Memang tidak boleh membeli BBM di SPBU pakai jerigen,” ujar Hasmir.

Sementara itu, Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait penyaluran BBM di sejumlah SPBU. Ia menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat, baik itu SPBU maupun spekulan karena didiga melakukan penimbunan.

Dijelaskan Edi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu. Dengan

melayani pembelian menggunakan jerigen, artinya pihak SPBU telah melanggar aturan.  “Kalau melayani pembelian jerigen, SPBU tidak menjaga keamanan. Apalagi jerigen terbuat dari plastik Hal itu dapat membahayakan, bensin dapat terbakar karena panas. Mereka juga melanggar Pasal 55 Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2011 tentang minyak dan gas jp Pasal 55 KUHP,” tegas Edi. (999)