Jepang Pesan 60 Ton Kertas Uang Buatan Kertas Leces

kertasPT Kertas Leces (Persero), BUMN produsen kertas, mengaku siap memenuhi permintaan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk memproduksi kertas sebagai bahan dasar uang.

Direktur Utama PT Kertas Leces, Budi Kusmarwoto mengaku perusahaan telah memperoleh pesanan dari Jepang untuk memproduksi kertas bahan dasar uang sebanyak 60 ton.

“Dari Jepang 60 ton, itu ordernya berkelanjutan. Bukti ekspor ke Jepang itu akan kami jadikan portofolio, ada orang Jepang di sana yang mengajarkan untuk membuat bahan baku kertas untuk uang,” ujar Budi, Kamis (10/1/2013).

Dia mengungkapkan perusahaan akan mendapatkan didikan dari Jepang tentang bagaimana cara membuat bahan baku kertas yang bernilai tinggi yakni kertas untuk uang.

Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya berharap Kertas Leces bisa memproduksi kertas yang bernilai tinggi jika kembali beroperasi. Dahlan pun meminta BUMN ini memproduksi kertas Sebagai bahan dasar uang.

Dahlan menyebutkan, terdapat tiga orang pegawai yang berasal dari negeri Jepang untuk mengembangkan perseroan untuk memproduksi kertas untuk uang.

Sementara itu, perihal sisa gaji pekerja Kertas Leces yang belum terbayarkan, Budi menuturkan, pembayaran sisa gaji tersebut akan dilakukan pada tahun ini.

“Untuk pelunasan dibayarkan seluruhnya. Namun, kami belum bisa menyebutkan beberapa nominal sisa gaji yang belum dibayarkan,” tegas dia.

Sekedar mengingatkan, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan terdapat 2.000 pekerja Kertas Leces yang belum mendapatkan bayaran gaji selama dua tahun. Hal ini karena sejak 2010 lalu, Kertas Leces sudah tidak berproduksi.

Ketika ditanya apakah Dahlan berencana akan memberikan Penanaman Modal Negara (PMN) kepada BUMN ini, secara tegas Dahlan mengatakan tidak akan melakukan hal itu. “Saya lebih bangga Leces tidak menggunakan PMN,” pungkasnya.(**)