Jepang Bangun PLTA di Lebong

Berikan (3)
ERICK/Bengkulu Ekspress
BERIKAN : Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi menyerahkan cindramata kepada perwakilan Pemkot Lebong yang telah datang ke Kabupaten Lebong untuk menyusun MoU

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Pemerwakilan Pemerintah Kota Toyama Jepang, mengirimkan dua orang perwakilannya yaitu Head Environmental Policx, Mr Khosin Takata dan Teppei Asano untuk menyampaikan niat pihaknya yang akan melakukan pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) di air Sungai Ketahun Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Kedatangan dua orang perwakilan dari Pemkot Toyama Jepang ini langsung disambut oleh Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi, Wakil Bupati Wawan Fernandez SH MKn, Sekeretaris Daerah (Setda) H Mirwan Effendi SE MSi, serta unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintahan Lebong Provinsi Bengkulu., di ruangan Graha Bina Praja, kemarin (22/5)

Dalam sampaiannya, Khosin Takata, mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke Lebong berawal adanya perusahaan di Toyama yang akan melakukan pembangunan pembangkit tenaga listrik sebesar 13 Mega Watt dan setelah dilakukan penelitian, akhirnya Sungai Ketahun yang ada di Lebong masuk sebagai kawasan yang bisa untuk dijadikan sumber tenaga listrik.

“Dengan itu kita datang langsung ke Lebong¬†Provinsi Bengkulu. untuk meminta Pemkab memfasilitasi apa yang harus dipersiapkan agar hal tersebut bisa terwujud dan nantinya bisa menjalin Nota Kesepahaman atau MoU,” sampainya, kemarin (22/5).

Adanya keinginan pemerintah Toyama Jepang untuk membuat PLTA di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu., menurut Khosin, sudah dua kali dibicarakannya secara langsung kepada Sekda Kabupaten Lebong¬†Provinsi Bengkulu. H Mirwan Effendi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Untuk itu, pihakya sangat menginginkan adanya dukungan Pemerintah kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, apalagi di tahun 2018 ini merupakan tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang. “Kami sangat berharap dapat menjalin kerjasama dengan Kabupaten Lebong dengan MoU dan bisa segera melaksanakanya secara teknis,” ucapnya.

Jika nantinya nota ksepahaman atau MoU telah ditandatangani kedua belah pihak, maka nantinya jika tidak ada halangan pada bulan November 2018 ini, Walikota Toyama secara langsung akan mendatangi Kabupaten Lebong untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTA di Sungai Ketahun nantinya “Untuk itulah sekali lagi kami datang kesini untuk mengetahui apa saja yang dipersiapkan untuk menjalin kerjasama ini,” tuturnya.

Ditambahkan Khosin, sebelum mendatangi Kabupaten Lebong, pihaknya juga pernah menandatangani nota kesepahaman dengan Kabupaten Tabanan Bali dengan memasang 4 unit turbin air, proyek pembuatan pupuk kompos dari sampah di Kota Semarang. Sementara untuk bagian transportasi, nantinya akan dijadikan gas pengganti minyak serta kota-kota lainnya. “Termasuk juga besok (hari ini) kami akan mengunjungi Banda Aceh untuk menjalin kerjasama juga,” ucapnya

Sementara itu Bupati Lebong H Rosjonsyah SIp MSi, menyambut baik atas niat dari Pemkot Toyama Jepang yang akan membuat PLTA di kawasan aliran air Ketahun, namun sebelum mengambil keputusan semua hal harus diperhitungkan terlebih dahulu dampak positif dan negatifnya jika nantinya PLTA dibangun.

“Untuk itulah setelah ini (rapat) kita akan mengajak langsung perwakilan Jepang untuk meninjau lokasi,” sampainya.

Ditambahkan bupati, dalam melakukan penandatanganan terhadap Pemkot Toyama Jepang nantinya akan difokuskan di bidang Pertanian, Perkebunan dan Pariwisata. Hal ini dikarenakan ketiganya saat ini merupakan sumber yang dapat atau bisa ditingkatkan atau dijual kepada masyarakat luas yang dimiliki Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. “Pastinya kita menginginkan hal yang terbaik untuk kabupaten dan masyarakat Lebong Provinsi Bengkulu.,” tegas bupati. (614)