Jembatan Putus & Jalan Longsor

IST/Bengkulu Ekspress Longsor yang terjadi di jalan yang menghubungkan Kecamatan Sindang Kelingi dengan Kecamatan Sindang Dataran. Selain longsor, akibat hujan deras Rabu malam juga menghanyutkan jembatan gantung di Desa Pelalo Kecamatan Sindang Kelingi.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Hujan deras yang melanda Kabupaten Rejang Lebong pada Rabu (13/3) malam kembali menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan di Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan data yang dimiliki oleh BPBD Rejang Lebong setidaknya ada satu jembatan gantung yang putus serta dua titik jalan longsor. Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong, Basuki SSos melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ansori menjelaskan jembatan gantung yang putus tersebut ada di Desa Pelalo Kecamatan Sindang Kelingi.

“Untuk jembatan yang putus ada di Desa Pelalo tepatnya di belakang kuburan Desa Pelalo,” sampai Ansori.

Dijelaskan Ansori, jembatan gantung tersebut putus dikarenakan debit sungai yang melintas dibawahnya cukup besar, sehingga meluap dan mengenai jembatan bahkan informasi dari warga luapan air sampai satu meter diatas jembatan. Karena derasnya arus sungai, maka jembatan yang sehari-harinya digunakan warga dua desa yaitu Desa Pelo dan Desa Belitar Muka untuk menuju area perkebunan dikawasan tersebut.

“Jembatan tersebut, adalah jembatan yang biasa digunakan warga Desa Pelalo dan Belitar Muka untuk menuju perkebunan maupun persawahan yang ada di seberang jembatan,” tambah Ansori.

Dengan putusnya jembatan tersebut, serta debit air yang masih besar, sehingga hingga kemarin warga belum bisa ke kebun maupun ke sawah mereka. Karena memang jembatan tersebut adalah satu-satunya akses menuju perkebunan dikawasan tersebut dan bisa digunakan menggunakan kendaraan roda dua. Dengan terputusnya jembatan tersebut, maka untuk ke kebun diseberang sungai masyarakat hanya bisa dengan berjalan kaki serta menyebrangi sungai.

“Untuk tahap awal yang kita lakukan adalah pendataan dan pengkajian pasca bencana, hasil pengkajian ini akan kita laporkan ke bupati bersama dinas terkait lainnya untuk langkah selanjutnya mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat,” jelas Ansori. Kemudian menurut Ansori, tak hanya memutuskan jembatan, hujan lebat juga menyebabkan longsor didua titik. Longsor pertama terjadi di jalan penghubung antara Kecamatan Sindang Kelingi menuju Kecamatan Sindang Dataran tepatnya di Desa Kayu Manis Kecamatan Sindang Kelingi, sedangkan satu lagi di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi yaitu di Jalan Lintas Curup Lubuklinggau.



Berbeda dengan longsor sebelumnya, dimana material longsor yang menutupi jalan, longsor kali ini justru menggerus badan jalan, sehingga akan menggangu akses lalu lintas dalam kurun waktu yang cukup lama karena pasca longsor hanya satu kendaraan yang bisa melintas sehingga harus bergantian. “Untuk dua longsor sudah kita tangani dengan meletakkan karung berisi pasir ditebi jurang, hal tersebut untuk mengantisipasi adanya pengendara yang terperosok ke jurang tepat terjadinya longsor,” demikain Ansori. (251)