Jembatan Putus, Ekonomi Lumpuh

PUTUS : Putusnya jembatan Desa Kota Baru Santan, Pelabai Sabtu (15/12) malam lalu, berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Pelabai.
PUTUS : Putusnya jembatan Desa Kota Baru Santan, Pelabai Sabtu (15/12) malam lalu, berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Pelabai.

PELABAI, BE – Putusnya jembatan Desa Kota Baru Santan, Pelabai Sabtu (15/12) malam lalu, berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Pelabai.

Pasalnya hasil pertanian masyarakat tidak bisa dibawa ke desa karena jembatan yang putus itu selama ini menghubungkan antara desa mereka dengan lahan perkebunan masyarakat.

Kepala Desa Kota Baru Santan, Hamidir mengatakan, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, karena hampir setiap hari masyarakat khususnya di Desa Kota Baru Santan, Tik Teleu, Pelabai dan Sukau Datang, membawa hasil pertanian dan perkebunan seperti karet dengan menggunakan kendaraan bermotor melintasi jembatan tersebut.

“Nah sekarang hasil perkebunan tersebut tidak bisa dibawa ke dusun. Mau lewat sungai, saat ini kondisi sungai masih deras,” katanya.
Sementara itu, Sukamadani, tokoh pemuda Desa Tik Teleum mengatakan,  putusnya jembatan tersebut merupakan kali keduanya.

Pertama, jembatan tersebut putus saat kejadian bencana banjir melanda Desa Kota Baru Santan 21 April 2012 lalu. Namun, oktober 2012 lalu jembatan tersebut selesai dibangun oleh Pihak BPBD Lebong atas bantuan dana dari BNPB Pusat sekitar Rp 100 juta.
“Kali ini jembatan itu rusak kembali dengan tinggal menyisakan pondasi jembatan akibat dihantam banjir Sabtu lalu.(777)